alexametrics

Polres Tanjung Perak Bongkar Pengiriman Ekstasi lewat Ekspedisi

Ungkap Jaringan Samarinda
13 Desember 2019, 19:27:09 WIB

JawaPos.com – Pergerakan Fernanda Syahputra dalam mengedarkan ekstasi dinilai licin. Berbagai cara dilakukan pria 20 tahun tersebut demi memuluskan aksinya. Narkoba dagangannya tidak hanya diedarkan di Surabaya, tapi juga Samarinda, Kalimantan Timur.

Agar lolos dari pengawasan petugas, barang haram tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi. Ratusan butir ekstasi siap edar itu disembunyikan di dalam tumpukan baju. ”Pengiriman narkoba melalui jalur laut. Kemudian, ekstasi dijual di Kampung Pesut, Samarinda,” kata Fernanda di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak kemarin (12/12).

Fernanda memilih mengedarkan narkoba di Kampung Pesut bukan tanpa alasan. Kampung Pesut dikenal sebagai salah satu wilayah zona merah di Kota Samarinda. Penjualan narkoba dilakukan secara terang-terangan, tanpa takut diketahui petugas.

Satu butir ekstasi dijual Rp 350 ribu. Warga Talangsari, Kalimantan Timur, itu mengaku hasil penjualan disetorkan kepada bandar berinisial AL (buron) Pengiriman sudah dilakukan sebanyak dua kali. ”Sekali mengirim, saya mendapatkan upah Rp 700 ribu. Itu belum termasuk uang makan. Bisa lebih dari Rp 1 juta,” ujarnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, berbagai cara dilakukan pelaku demi memuluskan bisnis haramnya itu. Mulai mengirim melalui ekspedisi, memakai alamat palsu, dan bertransaksi dengan menggunakan sistem ranjau. ”Karakter Kampung Pesut itu hampir sama dengan Sokobanah, Sampang, Madura. Warga setempat kompak melindungi pelaku,” katanya.

Agus memaparkan, jaringan narkoba itu diungkap lewat pengintaian oleh petugas Satnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Petugas mencurigai pengiriman narkoba melalui jasa ekspedisi di Jalan Demak, Bubutan.

Kecurigaan itu ternyata benar. Sebuah kotak sepatu yang disebut hanya berisi pakaian pelaku digeledah. Hasilnya, 200 butir ekstasi ditemukan di dalam baju. Rencananya, barang tersebut dikirim ke alamat pemesan berinisial HR (buron) di Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir.

Untuk membekuk Fernanda, polisi menyamar sebagai pegawai ekspedisi. Identitas pelaku pun diketahui. Namun, menemukannya tidak semudah yang dibayangkan. Pergerakan Fernanda sangat licin. Pelaku mengelabui petugas dengan berpindah-pindah lokasi. Bahkan, penyamaran petugas hampir saja diketahui pelaku. ”Meski begitu, pengintaian jarak jauh tetap kami lakukan. Dan saat pelaku muncul, penangkapan pun langsung dilakukan,” ujarnya.

Kasatnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Muhammad Yasin menjelaskan, aksi pengejaran pelaku menyelimuti proses penangkapan. Apalagi, pelaku dilindungi warga Kampung Pesut. Saat ini pencarian terhadap dua pelaku lain berinisial AL dan HR terus berjalan. AL merupakan otak jaringan narkoba tersebut. ”Kuncinya ada di AL. Jika AL ditangkap, sangat mungkin pelaku lain yang terlibat dalam jaringan narkoba itu bisa terungkap,” paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c7/tia


Close Ads