alexametrics

Tahun Depan, Surabaya Alokasikan Dana Pembangunan Rp 3 T

13 Oktober 2021, 16:34:44 WIB

JawaPos.com- Hampir dua tahun terakhir, proyek fisik skala besar di Kota Surabaya mandek. Sebagian besar anggaran infrastruktur dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun, tahun depan pembangunan kembali menggeliat. Pemkot telah mengalokasikan dana cukup besar untuk  proyek fisik.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya Baktiono menjelaskan, tahun depan pemkot kembali merancang proyek fisik. Bukti itu terlihat dari pembahasan KUA-PPAS 2022 yang saat ini dilakukan. Jumlah dana pembangunan tersebut terbilang besar. Yakni, berkisar Rp 3 triliun.

Anggaran itu, lanjut dia, melekat pada tiga organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH), dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP), serta dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman cipta karya dan tata ruang (DPRKP CKTR). ”Masing-masing Rp 1 Triliun,” ujar Baktiono.

Menurut dia, dana pembangunan terebut cukup besar. Dari penghitungan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), kekuatan APBD tahun depan mencapai Rp 10,1 triliun. Artinya, persentase kebutuhan proyek fisik sekitar 30 persen.

Ada sejumlah megaproyek yang tengah dirancang pemkot. Contohnya, di bidang pelayanan kesehatan. Pemkot hendak membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Anyar. Tujuannya, mendekatkan pelayanan bagi warga kawasan timur. Selain itu, melengkapi fasilitas kedokteran nuklir di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). ”Untuk RSUD Gunung Anyar saja diperkirakan membutuhkan Rp 80 miliar,” katanya.

Namun, bisa saja rencana itu tidak berjalan mulus. Pembangunan bisa kembali tertunda. Salah satu yang menjadi ancaman adalah persebaran Covid-19. Sebab, sejauh ini virus korona belum sepenuhnya hilang. Termasuk di Kota Surabaya. Kendati menurun drastis, namun jumlah tambahan kasus positif Covid-19 harian masih ada.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : sam/c14/aph

Saksikan video menarik berikut ini: