alexametrics

RSUD dr Soetomo Bikin Yayasan untuk Tangani Kembar Siam

13 Oktober 2019, 17:31:19 WIB

JawaPos.com – RSUD dr Soetomo segera meresmikan yayasan untuk menangani kembar siam. Namanya sudah diputuskan, yakni Yayasan Kembar Siam Indonesia (YKSI). Yayasan tersebut akan didirikan di Jalan Dharmahusada Nomor 67. Itu nanti menjadi yayasan kembar siam pertama di Indonesia. Surabaya dipilih sebagai lokasi yayasan agar bisa menjadi jujukan di Jawa Timur sebagai wilayah yang memiliki paling banyak kasus kembar siam.

Pengurus yayasan berjumlah sekitar 40 orang. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu medis. Pembinanya adalah Prof Dr Med dr Puruhito SpB(K) TKV dan pengawasnya Nani Wijaya Sementara itu, dr Agus Harianto SpA (K) yang saat ini menjabat ketua Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) didapuk sebagai ketua pengurus.

Menurut Direktur RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi, pembentukan YKSI sudah mendapat persetujuan dari gubernur Jawa Timur, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, dan Kementerian Kesehatan. Notaris tengah membuatkan akta. ”Mungkin sekitar tiga hari lagi sudah keluar,” paparnya.

Selain itu, pihaknya sedang membuat clinical guideline dan unit cost. ”Tentunya kami juga merancang berapa biaya yang dikeluarkan YKSI,” ujar Joni. Dana yang digunakan YKSI nanti didapatkan dari para donatur. Sebab, yayasan tersebut tidak mencari laba.

Menurut Joni, pendirian YKSI itu diharapkan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan angka harapan hidup dan meringankan beban keluarga. ”Selama ini kalau ada kembar siam, yang membiayai keluarga sendiri ya kasihan. Apalagi kalau pemerintah daerahnya sulit menganggarkan penanganan bayi kembar siam,” kata Joni kemarin (12/10).

Agus Harianto menuturkan, dengan adanya yayasan itu, nanti dirinya dan tim selalu siap bila kedatangan bayi kembar siam dari daerah mana pun di Indonesia. ”Kami juga tidak berkeberatan bila harus bertolak ke daerah-daerah. Seperti beberapa waktu lalu, kami pergi ke Bali untuk melihat kondisi bayi kembar siam. Tapi, bayinya tidak bisa dipisahkan karena hanya memiliki satu jantung,” kata dia di sela-sela mengikuti kunjungan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum dan Direktur RSUD Kota Kendari Amran Rahman Bakri kemarin. Mereka membesuk Akila dan Azila.

Dalam kunjungan itu, Rahminingrum dan Amran berdiskusi dengan Agus terkait persiapan pemulangan Akila dan Azila. Keduanya mengatakan akan selalu memantau dan mengawal si kembar setelah pulang ke Kota Kendari. ”Kalau dari sisi medis, Akila dan Azila sudah bisa pulang. Kondisinya sudah stabil dan semakin baik. Namun, kami menunggu gubernur Jatim untuk menyerahkannya kepada kami,” kata Amran

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ika/c7/git


Close Ads