alexametrics

Dyah Katarina Panaskan Kampanye Pilwali Surabaya

13 Oktober 2019, 18:59:56 WIB

JawaPos.com – ’’SUROBOYO pingin duwe IBU WALI KOTA maneh rek,,!!”. Tulisan itu tercantum pada baliho milik Dyah Katarina. Istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang D.H. itu menyatakan secara serius ingin maju pilwali sebagai penerus wali kota perempuan pertama di Surabaya, Tri Rismaharini.

Konten baliho tersebut menjadi bahan perbincangan kemarin (12/10). Selama ini, wali kota Surabaya memang didominasi dengan nama-nama laki-laki. Sebelum Risma menjabat, Surabaya dipimpin oleh 22 wali kota laki-laki.

’’Hasil renungan bunda paudku,’’ ujar Dyah saat ditanya alasannya menggunakan kalimat itu. Selain menjadi anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Dyah aktif sebagai Ketua Paguyuban Bunda Pos PAUD Terpadu Kota Surabaya.

Dia menyatakan serius maju pada pilwali meski tak mendapatkan dukungan dari sang suami. Bambang D.H. yang merupakan wali kota Surabaya sebelum Risma mewanti-wanti sang istri bahwa jadi wali kota tak mudah.

Bacawali Surabaya dari Demokrat juga perempuan. Herlina Harsono Njoto juga sudah memasang baliho-baliho besar. Namun, di baliho tersebut, dia hanya mencantumkan foto, nama, dan gelar akademis. ’’Sah-sah saja jika Bu Dyah memasang tulisan itu. Toh selama dipimpin perempuan, Surabaya dianggap berhasil, bahkan sampai kancah internasional,’’ jelas ketua Fraksi Demokrat-Nasdem tersebut.

Namun, survei Departemen Statistika ITS pada Juli lalu menyatakan bahwa 56 responden menginginkan wali kota laki-laki. Sebanyak 44 persen sisanya menginginkan penerus Risma tetap perempuan. Ada 300 responden yang disurvei dari seluruh penjuru kota. Persentase gender responden seimbang. Yakni, separo laki-laku dan separo perempuan.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo sepakat dengan Herlina. Pada survei tersebut, warga Surabaya memang lebih memilih pemimpin laki-laki. ’’Sebab, saat itu yang muncul Mas Eri, Pak Whisnu Sakti. Coba kalau Bu Erna (Kadis PU bina marga, Red) dipromosikan seperti Mas Eri. Mungkin, hasilnya akan lain,’’ ucapnya.

Dia merasa perdebatan tentang gender sudah selesai. Tidak ada gunanya lagi memperdebatkan apakah perempuan mampu. Sebab, sudah banyak bukti bahwa kepala daerah, bahkan jajaran kementerian, diisi oleh pejabat perempuan. Serta banyak yang dianggap berhasil.`

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/c13/ano


Close Ads