alexametrics

Dokter di Pemkot Surabaya Terus Susut, Dewan: Ini Sudah Tidak Wajar

13 September 2021, 09:18:32 WIB

JawaPos.com– Jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di lingkungan Pemkot Surabaya selama lima tahun terakhir, terus menurun. Berdasar data dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), jumlah nakes, khususnya dokter, sejak 2016–2020 terus berkurang. Dewan pun memberikan catatan agar ada penambahan jumlah dokter.

Pada 2016, jumlah dokter tercatat 7.385 orang dengan rasio 2,22 dokter per 1.000 penduduk. Pada 2020, jumlahnya turun menjadi 2.066 dokter dengan rasio 0,53 per 1.000 penduduk. Dalam lima tahun terakhir, jumlahnya berkurang sekitar lima ribu dokter (selengkapnya lihat grafis).

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono Njoto menuturkan, penurunan jumlah dokter tersebut seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota. Apalagi, ada rencana untuk membangun rumah sakit di wilayah timur. Termasuk rencana peningkatan status puskesmas dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menjadi fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL).

Karena itu, politikus Demokrat tersebut meminta agar pemkot menambah jumlah dokter. Sebab, rasio terakhir 0,53 dokter per 1.000 penduduk sudah tidak masuk akal. ‘

’’Artinya, satu dokter menangani lebih dari 1.000 pasien. Ini sudah tidak wajar dan perlu ditambah jumlahnya,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah meminta agar pemkot menanggapi dengan serius masalah kekurangan dokter tersebut. Sebab, saat ini masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan yang prima. ’’Jika jumlah dokternya kurang, dikhawatirkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga kurang optimal,” tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : adi/c6/jun

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads