alexametrics

Merokok di Kampus Bisa Kena Denda Rp 250 Ribu

13 September 2019, 20:19:51 WIB

JawaPos.com – Jari Abdullah Azamul Arif menjepit sebatang rokok saat duduk bersama teman-temannya di pelataran Plasa Proklamator Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya kemarin pagi (12/9). Tiba-tiba datang petugas penegak perda dari Pemkot Surabaya bersama perwakilan kampus tersebut. Azam pun agak kaget saat diminta untuk mematikan rokok yang belum habis setengahnya itu. Dia diberi peringatan untuk tidak merokok di area kampus.

Saat diberi tahu bahwa ada denda, Azam pun agak kaget. Sebab, denda yang dikenakan kepada perokok di dalam kampus itu sebesar Rp 250 ribu ”Tidak sepadan kalau dibandingkan dengan sebatang rokok ini,” kata mahasiswa jurusan ilmu komunikasi tersebut.

Dia mengatakan baru tahu bahwa ada Perda No 2 Tahun 2019 tentang Kawasan tanpa Rokok. Sebab, di tempat tersebut juga banyak mahasiswa yang merokok. ”Kalau di dalam kelas, memang ada larangan, tidak boleh merokok,” ungkap dia.

Di berbagai titik di kampus tersebut memang sudah ada tulisan dan stiker larangan merokok. Termasuk di kantin dan lorong-lorong kampus.

Petugas dari Dinas Kesehatan dan Satpol PP Surabaya yang datang kemarin pagi berkeliling ke sejumlah penjuru kampus. Mulai kantin hingga tempat yang biasa digunakan oleh mahasiswa untuk nongkrong. Mereka juga memotret area sekitar taman tempat ditemukannya banyak puntung rokok. Kegiatan pagi itu merupakan bagian dari sosialisasi perda tersebut. Belum ada tindakan langsung untuk warga kampus yang merokok di dalamnya.

Nur Laila, petugas Dinkes Surabaya, mengungkapkan, kampus menjadi salah satu bagian dari kawasan tanpa rokok. Selain itu, ada sarana kesehatan, arena kegiatan anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum. ”Tempat umum seperti kantin yang terpisah dari kampus itu juga sebagai kawasan tanpa rokok,” ujar Laila.

Dia menyebutkan, sudah berkali-kali sosialisasi dilakukan. Selain ke Untag, sosialisasi dilakukan ke 23 puskesmas dengan menghadirkan masyarakat setempat. ”Sedangkan sosialisasi ke kampus akan digencarkan September ini,” ungkap dia.

Sedangkan sanksi baru diberikan setelah sosialisasi dilakukan secara masif. Orang yang merokok di kawasan tanpa rokok akan didenda Rp 250 ribu. Bahkan, ada pula ketentuan pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda paling banyak Rp 50 juta.

Sementara itu, Kabiro Non-akademik Untag Surabaya Kinto Purnomo mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya menyosialisasikan kepada civitas academica untuk tidak merokok di dalam kampus. Dia menyebutkan, memang tidak cukup mudah menerapkan peraturan tersebut.

”Tapi, kami terus berupaya. Ada tim yang akan beroperasi untuk mengawasi dan melarang merokok,” papar Kinto.

Sosialisasi di internal kampus pun dilakukan secara terus-menerus. Saat ada pertemuan mahasiswa, peraturan tersebut juga disampaikan. Banyak pula tulisan larangan merokok di kampus. ”Jadi, mulai pintu masuk sampai bagian satpam, jukir, dan petugas lapangan nanti dilarang merokok di dalam kampus,” jelas dia

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c11/git




Close Ads