alexametrics

Lumpur Harus Bersih Satu Minggu, Warga Desak PT SS Bertanggung Jawab

13 Agustus 2019, 21:15:44 WIB

JawaPos.com – Warga Sukomanunggal menuntut pertanggungjawaban PT Sinar Suri (SS) yang tanggul lumpurnya jebol hingga menimbulkan korban jiwa. Aktivitas pembangunan yang sedang dijalankan di lahan PT SS dianggap berbahaya dan mengancam warga.

Tembok penampung lumpur itu jebol pada Sabtu (10/8) pukul 12.12. Kejadian tersebut memakan satu korban jiwa. Yakni, Imam Safii, karyawan PT SS Utama, perusahaan di sebelah barat PT SS. Korban tertimbun lumpur selama 24 jam. Dia baru ditemukan Minggu (11/8) pukul 12.16.

Akibat insiden itu, PT SS harus menghadapi banyak tuntutan. Selain dari keluarga korban dan proses hukum, warga sekitar meminta pertanggungjawaban. Subekti, warga setempat, mengatakan bahwa Albert Winarto sebagai pemilik perusahaan harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Warga mengancam menyegel perusahaan jika Albert tidak segera memberikan penjelasan.

Mediasi antara warga dan Albert berlangsung kemarin. Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono menjadi mediator dalam agenda itu. Warga dan Albert dipertemukan di ruang TK sebelah timur PT SS. Di hadapan Muljono, Danramil, dan Camat Sukomanunggal La Koli, warga menuntut PT SS agar segera membersihkan lumpur dan limbah aktivitas pembangunan gedung. Batas waktunya seminggu. Sebab, kalau musim hujan, kondisi itu jadi masalah bagi warga. Mereka takut airnya merembes dan mengalir ke permukiman.

Selain itu, mereka meminta pihak terkait menunjukkan bukti izin atau aktivitas perusahaan. Subeki meminta pemkot segera mengevaluasi pembangunan gedung beserta izinnya. Sebab, selama pembangunan hingga kemarin, Albert belum menunjukkan dokumen perizinan. ’’Permisi lho nggak pernah ada. Padahal, warga tanya terus ada izin nggak itu usahanya,’’ ujar Subeki tegas.

La Koli menuturkan, perizinan sudah ditangani langsung oleh DPRKP CKTR. ’’Izinnya masih dikaji dan dievaluasi dinas cipta karya. Kami belum terima hasilnya,’’ jelasnya. Dia menambahkan, berdasar keterangan Albert, bangunan di depan yang terbangun sebagian itu sudah berizin. ’’Sementara pembangunan belakang yang jebol itu belum memiliki izin, pengakuan Albert gitu,’’ jelas La Koli.

Selama mediasi Albert hanya bisa menunduk dan memegang kepala. Pria yang beralamat di Jalan Satelit Utara itu meminta maaf kepada semua warga. Dia mengatakan salah dan akan bertanggung jawab. Albert berjanji memenuhi permintaan warga. Lumpur dipindahkan mulai hari ini. Mengenai teknis pembersihannya, dia akan berkoordinasi dengan stafnya lebih dulu. Yang jelas, alat berat untuk membersihkannya dikerahkan ke lokasi sejak kemarin.

Muljono menjelaskan, garis polisi dibuka sementara untuk pembersihan lumpur. Pembersihan tersebut berada di bawah pengawasan Polsek Sukomanunggal. Sebagaimana permintaan tim identifikasi, yang dibersihkan hanya lumpurnya lebih dulu. Serpihan tembok dan semen yang jebol dibiarkan di tempat karena akan diteliti lebih lanjut.

Tim khusus identifikasi melakukan pemeriksaan sejak pagi. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan hasil sementara. Yakni, pembuatan tembok penampung lumpur tidak sesuai spesifikasi. Tidak mampu menahan dorongan lumpur yang ditampung. ’’Sehingga temboknya jebol,’’ paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : his/c15/ady

Close Ads