alexametrics

Pelanggar Pencegahan Covid-19 di Sidoarjo Mulai Didenda Minggu Depan

13 Juli 2020, 10:48:13 WIB

JawaPos.com – Ayo, siapa yang masih bandel melanggar protokol pencegahan Covid-19? Aparat gabungan siap mendenda uang bagi pelanggar. Itu pun masih kena hukuman sosial. Menyapu jalan sampai memakamkan jenazah yang positif Covid.

Aturan denda itu tertuang dalam Perbup Nomor 44 Tahun 2020. Regulasi tersebut mengatur pelaksanaan pola hidup masyarakat pada masa transisi menuju new normal. Dalam bab IV pasal 8, ada sanksi terhadap warga yang tidak mengenakan masker. Hukumannya dua. Yakni, sanksi sosial dan membayar denda Rp 150 ribu.

Sanksi berat diberlakukan terhadap kantor atau tempat kerja yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Misalnya, melanggar aturan jaga jarak, tidak mengimbau karyawan untuk mengenakan masker, tidak menjaga kebersihan, dan tidak mengecek suhu tubuh sebelum bekerja. Hukumannya pun lebih berat. Pertama, teguran tertulis. Jika tetap tidak ada perubahan, baru dikenai denda Rp 25 juta.

Fasilitas umum pun menjadi perhatian. Di antaranya, taman, jalan, serta angkutan. Pengelola wajib mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan aturan jaga jarak. Kapasitas maksimal kendaraan diisi 50 persen. Kalau ada yang melanggar, sanksi berat menunggu. Mulai teguran tertulis sampai denda Rp 10 juta.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menjelaskan, awalnya Perbup Nomor 44 Tahun 2020 tidak mengatur denda. Sanksi bagi pelanggar bersifat hukuman sosial. ”Seperti membersihkan jalan dan kantor,” tuturnya.

Namun, berdasar hasil evaluasi, hukuman itu belum mampu menimbulkan efek jera. Buktinya, masih banyak warga yang tak mau pakai masker. Sikap bandel itu berakibat semakin melonjaknya angka penderita virus korona baru di Kota Delta.

Cak Nur, sapaan akrab Nur Ahmad, menyatakan bahwa Sidoarjo membutuhkan aturan yang lebih tegas. Tujuannya, agar warga jera. Mereka diharapkan tak lagi melanggar protokol kesehatan. ”Perbup terbaru sudah disepakati,” jelasnya.

Hingga kemarin, sanksi denda belum berjalan. Pemkab masih menoleransi pelanggar. Namun, pekan depan aturan itu ditegakkan. ”Harus segera diberlakukan,” paparnya.

Senada dengan itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menegaskan denda segera diterapkan. Sebab, jumlah pelanggar transisi new normal terus bertambah.

”Dari telaah kami, masih banyak yang tidak mengenakan masker,” tegasnya. Pria asal Nganjuk itu menambahkan, setiap hari tim gabungan turun ke jalan untuk melakukan penertiban. ”Dengan denda, kami berharap warga semakin mematuhi aturan,” ucap mantan Kanit Regident Polda Metro Jaya tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c12/roz




Close Ads