alexametrics

Di Surabaya, Penumpang Tak Bermasker Dilarang Naik Angkot

Melanggar, Sopir Juga Kena Sanksi
13 Juli 2020, 09:48:33 WIB

JawaPos.com – Banyak penumpang angkutan umum yang belum tertib memakai masker. Dinas perhubungan (dishub) meminta para sopir ikut menegur penumpang. Mereka dilarang mengangkut warga yang tidak memakai alat pelindung diri (APD).

Banyaknya penumpang angkutan umum yang tidak mengenakan masker bisa dilihat dari data razia yang dilakukan Pemkot Surabaya. Salah satunya, razia gabungan di Jalan Mohammad Noer pada Jumat (10/7). Saat itu banyak penumpang angkutan umum yang diturunkan karena tidak memakai masker.

Kabid Angkutan Dishub Kota Surabaya Sunoto menyatakan, protokol kesehatan dalam angkutan umum sudah jelas. Seluruh penumpang wajib memakai masker saat bepergian. ’’Kami melarang sopir menaikkan penumpang tanpa masker. Itu sudah disosialisasikan,’’ kata Sunoto.

Dia menuturkan, instansinya juga terus mendekati para sopir angkutan umum tersebut. Mereka diimbau ikut mengampanyekan kewajiban memakai masker yang merupakan poin utama pada protokol kesehatan di alat transportasi. ’’Tentu sopir harus tertib dulu. Harus menjadi contoh,’’ tutur Sunoto.

Menurut dia, ada sanksi jika sopir kedapatan membawa penumpang tanpa masker. Bukan hanya penyitaan KTP. Hukuman berat juga bakal diberikan jika para pengemudi masih membandel.

Sanksinya bisa mengarah pada pencabutan izin trayek untuk angkot yang dibawanya.

Sunoto menegaskan, perhatian tidak hanya diberikan kepada pengemudi angkutan umum di Surabaya. Dishub juga mengawasi angkutan umum yang masuk ke Kota Pahlawan. Misalnya, yang dilakukan di kawasan Jembatan Suramadu, salah satu gerbang Surabaya dari arah utara.

Ada petugas yang bersiaga dan stand by di pintu masuk Surabaya. Mereka akan mencegat setiap pengendara yang melanggar protokol kesehatan. KTP pengendara bakal disita untuk memberikan efek jera.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c14/ady




Close Ads