alexametrics

Persiapan Pemberangkatan CJH Jatim, Berpotensi Transit Dulu di Jakarta

13 Mei 2022, 18:48:01 WIB

JawaPos.com – Keberangkatan calon jemaah haji (CJH) 2022 direncanakan dimulai awal bulan depan. Tak terkecuali di Jatim. Secara umum, persiapan pemberangkatan berlangsung lancar.

Meski demikian, ada sejumlah kendala teknis keberangkatan yang berpotensi terjadi saat pemberangkatan CJH asal Jatim. Salah satunya adalah kondisi Bandara Juanda Surabaya.

Saat dimulainya pemberangkatan CJH, runway (landasan pacu) bandara yang terletak di wilayah Sidoarjo tersebut sedang diperbaiki. Perbaikan tersebut berpotensi berimbas terhadap keberangkatan. Sebab, pesawat yang rencananya mengangkut para CJH tidak bisa mendarat.

’’Karena itu, masalah ini sedang kami komunikasikan untuk dicarikan solusi,’’ kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latif saat bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi pada Rabu (11/5) malam.

Dia menjelaskan, sesuai rencana, para CJH akan diangkut dengan pesawat besar dengan kapasitas 450 seat dengan beban mencapai 30 ton lebih. Jika Juanda benar-benar ditutup sementara karena proses perbaikan runway, pesawat yang mengangkut CJH tidak bisa mendarat.

Sejauh ini, Kemenag sudah menyiapkan alternatif. Pemberangkatan CJH bisa melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Jakarta. Artinya, CJH berangkat dari Surabaya menuju Jakarta. Sebelum kemudian melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

’’Pesawat pengangkutnya tetap sama. Hanya, beban pesawat dikurangi. Jumlah penumpang atau bahan bakar pesawat diisi separo saja,’’ ujar Hilman.

Sebenarnya, perbaikan runway yang berbarengan dengan pemberangkatan CJH bukan kali pertama terjadi di Juanda. Sebagaimana pada 2016. Kala itu akhirnya pelaksanaan perbaikan disesuaikan dengan jadwal keberangkatan para jemaah.

Selain itu, yang jadi atensi Kemenag adalah percepatan vaksinasi Covid-19 bagi CJH. Berdasar data Dirjen PHU, ada sekitar 64 persen CJH yang belum menjalani vaksinasi dosis kedua. Karena itu, seluruh daerah diminta untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan permasalahan teknis tersebut akan ditindaklanjuti. Orang nomor satu di Jatim itu segera berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c12/ris

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads