alexametrics

Sanksi Sosial Pelanggar Jam Malam, Nyapu Jalan dan Bersihkan Jalan

13 Mei 2020, 19:29:10 WIB

JawaPos.com − Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua di Sidoarjo mulai berjalan Selasa (12/5). Pengawasan semakin ketat. Sanksinya pun dipertegas. Hasilnya diharapkan signifikan untuk menekan persebaran Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Achmad Zaini menyebutkan, ada sanksi tambahan untuk pelanggar PSBB tahap kedua ini. Terutama penerjang aturan jam malam. ”Untuk pelanggar jam malam, ada sanksi menjadi pekerja sosial,” katanya.

Apa sanksinya? Menurut Zaini, mereka yang nekat melanggar akan kena sanksi sosial. Ada macam-macam kerja sosial. Yaitu, dihukum membersihkan makam-makam di Sidoarjo. Selain itu, menyapu jalan, taman, masjid, maupun fasilitas umum lain.

Tambahan sanksi itu, lanjut Zaini, dinilai perlu. Sebab, sampai saat ini jumlah pelanggar jam malam masih sangat tinggi. ”Tiga kali operasi, rata-rata sampai tiga ratusan,” tuturnya.

Dalam PSBB tahap II kali ini, juga ada perubahan lain. Mulai saat ini, penjaga pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah diserahkan langsung kepada desa. Relawan desa akan lebih efektif menjaga yang isolasi mandiri. Namun, makan dan minum tetap disuplai oleh dinas sosial.

Zaini menegaskan, PSBB berlaku 24 jam. Seluruh masyarakat harus punya surat keterangan dari RT. Keluar rumah sudah difilter relawan di masing-masing RT. Jika seorang karyawan, dia minimal punya dua. Pertama, keterangan dari RT. Kedua, keterangan dari perusahaan.

”Penguatannya ada di RT dan RW untuk tahap II ini,” katanya. Dengan aturan tersebut, tugas babinsa dan babhinkamtibmas dialihkan. Dari checkpoint ditarik ke wilayah masing-masing.

Kapolresta Kombespol Sumardji mengatakan, hukuman di PSBB 2 bersifat sanksi sosial. Warga yang menabrak aturan diminta menjadi relawan selama masa PSBB. ”Bisa ditempatkan di checkpoint. Juga menjadi duta penyuluhan Covid-19,” ucapnya.

Sanksi dirancang dengan efek jera. Tujuannya, pelanggar tidak mengulangi perbuatannya. Tidak kelayapan malam-malam.

Rekapitulasi data menyebutkan, total pelanggaran selama 14 hari mencapai 2.231 kasus. Mayoritas pelanggaran didominasi pengendara motor. Polresta memerinci pelanggaran menjadi tiga jenis. Yaitu, pengendara roda dua, kendaraan pribadi, serta kendaraan umum.

Kasatlantas Kompol Eko Iskandar menyebutkan, data tersebut dihimpun dari 16 titik checkpoint. Pelanggaran banyak ditemukan di wilayah perbatasan. ”Misalnya, di checkpoint pos polisi Waru dan exit toll Sidoarjo,” jelasnya.

Menurut Eko, di awal penerapan PSBB, jumlah pelanggaran melonjak tinggi. Dia mencontohkan kendaraan roda dua. “Hari pertama mencapai 332 pelanggaran,” paparnya. Seiring dengan berjalannya waktu, pelanggaran berangsur turun. “Sosialisasi polresta membuahkan hasil,” ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : uzi/aph/may/c6/roz

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads