alexametrics

Gus Muhdlor Janji Hadirkan Pemerintahan Kolaboratif di Sidoarjo

13 Februari 2020, 15:10:18 WIB

JawaPos.com – Inisiatif gerakan dan terobosan publik di era industri 4.0 begitu masif. Pemerintah daerah yang tak mampu mengimbangi langkah cepat mereka bisa ketinggalan jauh. Peran pemerintah bisa makin tergerus bahkan justru bisa jadi penghambat kemajuan akibat birokrasi yang berbelit.

CEO Sido Resik, gerakan sosial yang digerakkan anak-anak muda Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali, mengatakan bahwa pemerintahan era sekarang tidak bisa menutup diri pada inisiatif dan terobosan yang datang dari publik. Banyak persoalan sosial yang berusaha diselesaikan dengan inisiatif-inisiatif di level lokal berbasis komunitas.

“Butuh energi besar untuk menggerakkan seluruh komponen di kabupaten besar ini untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat. Inovasi-inovasi sosial yang datang dari inisiatif publik harus didukung pemerintah sehingga bisa kita wujudkan pemerintahan kolaboratif,” kata Muhdlor yang juga bakal calon bupati Sidoarjo, Kamis (13/2).

Gus Muhdlor yang juga Direktur Pendidikan di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo, beberapa waktu lalu mengundang sejumlah anak muda kreatif. Mereka berdiskusi tentang pengembangan pendidikan, kreativitas, inovasi, sport, riset, dan lain sebagainya.

“Banyak insight baru menarik untuk dikolaborasikan bersama ke depan. Apalagi buat Sidoarjo, kayaknya bakal keren ya kalau gerak pemerintah daerah dikolaborasikan dengan anak-anak muda kreatif, content creator, desainer, web developer, arsitek, fotografer, gamers, dan berbagai profesi kreatif lainnya,” kata Gus Muhdlor.

Gus Muhdlor mengatakan, saat ini publik dan pemerintah daerah berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, baik publik maupun pemerintah daerah tak bisa menciptakan impact yang maksimal. Terbukti, inovasi pemerintah daerah banyak yang salah sasaran. Sedangkan terobosan publik yang inovatif terbentur birokrasi.

“Pemerintah daerah jalan sendiri, sedangkan anak-anak muda kreatif juga jalan sendiri. Akhire gak ketemu. Yang satu ke barat, yang satu ke timur. Padahal, truk aja gandengan,” katanya.

Ke depan, kata Gus Muhdlor, inovasi dan kreativitas yang datang dari inisiatif publik termasuk anak muda harus didukung pemerintah daerah. “Contoh paling mudah: bisa gandeng influencer dan content creator Sidoarjo utk promosikan UMKM dan kuliner khas Sidoarjo. Itulah wujud pemerintahan kolaboratif,” katanya.

Selain itu, kata dia, inovasi digital yang sekarang mengubah ekosistem usaha masyarakat juga harus digandeng. Misalnya layanan transportasi berbasis daring yang bisa diadopsi oleh pelayanan publik. “Salah satunya, pengurusan KTP, KK, atau akta kelahiran, bisa diantar dengan ojek online bagi warga-warga lansia atau kurang mampu. Begitu juga obat-obatan rutin untuk lansia bisa diantar. Dan itu semua gratis,” kata Gus Muhdlor.

Editor : Dhimas Ginanjar


Close Ads