alexametrics

Surabaya Dapat Jatah 33.420 Vaksin, Gelombang Pertama untuk Nakes

13 Januari 2021, 18:58:52 WIB

JawaPos.com – Jatah vaksin antikorona bagi Surabaya akhirnya ditetapkan. Surabaya mendapatkan 33.420 vaksin. Dibandingkan daerah lain, jumlah antivirus yang didapatkan Surabaya terbilang paling besar.

Kepastian itu disampaikan Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana kemarin (12/1) selepas menggelar rapat koordinasi via daring dengan Pemprov Jatim. Dalam pertemuan tersebut, Surabaya juga memaparkan kesiapan menyambut vaksinasi. Whisnu menjelaskan, Surabaya mendapatkan jatah 33.420 vaksin Covid-19.

Rencananya, hari ini vaksin Sinovac itu mulai didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Jatim. ”Besok (hari ini, Red) kami ambil di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Jatim,” ucapnya.

Untuk menyambut kedatangan vaksin, pemkot menyiapkan kebutuhan. Pertama, calon penerima vaksin. Gelombang pertama, 12 orang akan disuntik vaksin. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai contoh sekaligus sosialisasi kepada warga. ”Di daftar nama itu, ada saya dan forkopimda,” paparnya.

Daftar 12 nama sudah ditetapkan. Pemkot pun telah mengirimkan list itu kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Fungsinya, memonitor tingkat kesehatan calon penerima vaksin.

Penyuntikan kepada 12 orang tersebut digelar pada 15 Januari nanti. Vaksinasi itu bertempat di balai kota. Namun, sebelum antivirus disuntikkan, peserta harus melewati skrining terlebih dahulu. General checkup dilakukan. Tujuannya, memastikan kesehatan calon penerima vaksin. ”Seperti pemeriksaan tekanan darah,” paparnya.

Sementara itu, vaksin yang lain diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes). Yakni, perawat dan dokter. Pasalnya, mereka merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Dari data pemkot, jumlah nakes di Surabaya mencapai 33.027 orang. Tersebar di puskesmas dan rumah sakit. Seluruhnya bakal disuntik vaksin. Imunisasi itu dilakukan di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk. ”Total ada 109 fasilitas kesehatan (faskes) yang mengadakan vaksinasi,” terangnya.

Jumlah vaksin itu sejatinya masih kurang. Sebab, pemkot berencana memberikan antivirus bagi petugas lain. Contohnya, Polri, TNI, satpol PP, dan linmas. Untuk mencukupi kekurangan, pemkot mengajukan tambahan vaksin. Jumlahnya berkisar 8 ribu vaksin.

Sesuai perencanaan, proses vaksinasi berjalan selama tiga minggu. Dalam satu hari, 1.500 nakes bakal disuntik vaksin tersebut. Untuk sarpras, jauh-jauh hari pemkot telah bersiap. Pertama, menyiapkan tempat penyimpanan vaksin. Saat ini cool room dinas kesehatan (dinkes) mampu menampung 20 ribu vaksin. Sekitar 10 ribu sudah digunakan untuk menyimpan reagen tes swab.

Kapasitas tempat penyimpanan itu bakal bertambah. Pasalnya, pemkot mendapatkan tambahan cool room. Lemari pendingin itu mampu menyimpan 50 ribu vaksin. Dengan demikian, totalnya mencapai 70 ribu vaksin.

Petugas yang menyuntikkan vaksin juga menjadi perhatian. Pemkot melakukan pelatihan agar imunisasi berjalan lancar. Simulasi vaksinasi sudah dilakukan ke seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk. Pemkot menegaskan, Surabaya siap menggelar vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita menuturkan, jumlah vaksinator atau petugas pemberi vaksin mencapai 839 orang. Mereka berasal dari rumah sakit dan puskesmas. Seluruhnya sudah mendapatkan pelatihan.

Baca Juga: Ada PPKM, Pengunjung Makam Sunan Ampel Turun hingga 90 Persen

Tugas awal vaksinator adalah memastikan kesehatan 12 penerima awal vaksin. Teknisnya, pemkot menyiapkan empat meja. Meja pertama dan kedua menggelar pemeriksaan kesehatan. Melihat kebugaran fisik serta apakah calon penerima vaksin memiliki komorbid. ”Yang dinyatakan lolos lanjut ke meja selanjutnya,” terangnya.

Skrining itu sangat menentukan. Apakah calon penerima vaksin layak atau tidak. Misalnya, penyandang komorbid. Yang memiliki penyakit penyerta tetapi bisa dikendalikan tetap bisa mendapatkan vaksin. ”Kalau tidak, vaksin tidak diberikan,” paparnya.

MEREKA DISUNTIK LEBIH DULU

Vaksinasi awal dilakukan 15 Januari.

12 forkopimda meliputi

1. Plt Wali Kota

2. Komandan Resort Militer/084 Bhaskara Jaya

3. Kapolrestabes Surabaya

4. Kapolres Tanjung Perak

5. Kajari Surabaya

6. Kajari Tanjung Perak

7. Kepala Kancab BPJS Surabaya

8. Deputi Direksi BPJS Kepwil Jatim

9. Kepala Kemenag Surabaya

10. Ketua IDI Surabaya

11. Direktur RSUD Moh. Soewandie

12. Ketua Tim Penggerak PKK Surabaya

Sebelum divaksin, 12 nama itu harus menjalani skrining awal.

Vaksin lain diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Saksukan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c6/git


Close Ads