alexametrics

PPKM Kota Surabaya, Kafe dan Restoran Siasati Jam Operasi

13 Januari 2021, 19:33:46 WIB

JawaPos.com–Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya ditujukan bagi berbagai pihak untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19. Salah satu pihak yang disasar adalah pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran.

Berbagai upaya pun dilakukan pengelola untuk memenuhi standar protokol kesehatan. Salah satunya adalah Buro Garden di Jalan Sumatera Surabaya. Untuk menyiasati peraturan maksimal buka pukul 22.00, manajemen Buro memutuskan membuka kafe lebih awal.

”Kami buka sejak pukul 11.00 siang. Biasanya kan jam 15.00 sore. Jadi nanti pukul 21.00 sudah mulai close order. Harapannya bisa menaati prokes dan peraturan PPKM untuk tutup pukul 22.00,” terang General Manager Buro Garden Didiet Indra Yuda pada Rabu (13/1).

Terkait peraturan kapasitas pengunjung yang hanya 25 persen dari jumlah total, Didiet mengaku, kini hanya ada 30–40 pengunjung yang bisa ditampung dalam waktu yang sama. Untuk menangani pengunjung yang ingin melakukan reservasi, dia menyediakan nomor WhatsApp.

”’Kami berusaha menaati aturan yang diberlakukan pemerintah. Di sisi lain, kami juga tidak ingin kondisi pemasukan kian menurun, bahkan jangan sampai ada pengurangan pegawai pada masa seperti ini,’’ papar Didiet Indra Yuda.

Sementara itu, kedai kopi Foresthree juga menerapkan hal yang sama. Kedai kopi di Kertajaya, Dukuh Kupang, Mulyosari, Panjang Jiwo, Dharma Husada, dan Manyar itu melakukan close order sejak pukul 20.00.

”Kalau yang sudah datang dan ada di sana, bisa di sana sampai jam 20.30. Kami tidak menerapkan jam buka lebih awal. Masih tetap buka pukul 10.00 pagi,” tutur Geldy Indra Pradana, Owner Foresthree Kertajaya.

Dari total pengunjung yang bisa menampung sampai 100 orang, Geldy mengungkapkan, dengan aturan 25 persen tersebut, hanya ada 30–40 orang.

”Saya kurang setuju karena saya merasa akurasi atau penempatan kurang tepat dari pemerintah. Jadinya bukan malah menurunkan tingkat pandemi. Tetapi saya rasa akan menurunkan sektor ekonomi seperti UMKM atau pekerja yang seharusnya berkembang, tetapi harus dirumahkan dikarenakan PPKM,” ucap Geldy Indra Pradana.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika


Close Ads