alexametrics

Pemkot Surabaya Targetkan Vaksinasi 50–100 Orang Per Hari

13 Januari 2021, 16:30:03 WIB

JawaPos.com–Sejak dipastikan akan mendapatkan 33.420 vaksin, Dinas Kesehatan Surabaya terus bersiap diri. Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita menargetkan dalam sehari, pihaknya bisa melakukan vaksinasi pada 50–100 orang.

”Sehingga diharapkan selesai dalam waktu 3 minggu,” tutur Febria Rachmanita ketika menerima vaksin yang didistribusikan ke Gedung Farmasi Kota Surabaya pada Rabu (13/1).

Rencananya, vaksinasi dimulai pada Jumat (15/1). Diawali dengan vaksinasi forkopimda Kota Surabaya. Kemudian, akan disalurkan pada 1.950.000 untuk masyarakat umur 18–59.

”Sebanyak kurang lebih 50.000 berdasar data adalah tenaga kesehatan,” ujar Febria Rachmanita.

Soal vaksinator, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan 830 orang dengan cadangan khusus untuk vaksinator yang menyuntik.

”Jumlah total semuanya itu 2.000-an orang. Jadi ada meja admin dan penyuntikan. Itu meja screening. Ada meja tiga, meja empat itu totalnya 2000-an,” papar Febria Rachmanita.

Untuk penyimpanan di puskesmas, Dinas Kesehatan Surabaya sudah menyiapkan cold room atau lemari pendingin yang suhunya 2–8 (derajat).

”Kemudian pada saat petugas mengambil dari gedung Farmasi Kota ke puskesmas, kami punya vaksin carrier sejumlah 1.177 unit,” ujar Febria Rachmanita.

Untuk teknis sebelum mendapatkan vaksin, Febria Rachmanita menjelaskan, pemerintah pusat akan mengirimkan SMS kepada penerima vaksin. SMS tersebut berisi undangan untuk mengisi aplikasi. ”Kemudian penerima akan melakukan registrasi. Pada saat resgistrasi ulang itu akan ditanya penyakit komorbid apa yang diderita,” tutur Febria Rachmanita.

”Kalau misal dia punya hipertensi, diabet, kanker, itu dia akan mendapat balasan dari sistem, bahwa saat ini Anda mempunyai komorbid hipertensi sehingga tidak dapat dilakukan vaksinasi. Jadi seperti itu,” terang Febria Rachmanita.

Setelah lolos, mereka memilih lokasi untuk melaksanakan vaksinasi. Apakah di rumah sakit tertentu atau di puskesmas. Kemudian, dari data orang datang untuk melakukan vaksinasi sesuai dengan tempat yang dipilih.

”Pada saat dia mendaftar menunjukkan SMS, kemudian setelah SMS blast itu, mereka akan masuk ke meja dua, kemudian di situ kita lakukan screening lagi dari yang lolos itu yang tidak punya komorbid,” lanjut Febria Rachmanita.

Dari situ dilakukan screening ulang lagi, baru kalau lolos bisa ke meja tiga. Meja tiga itu langsung vaksin, baru meja empat untuk pencacatan laporan.

”Jadi intinya semua pendaftaran itu melalui SMS blast. Pendaftaran melalui aplikasi kemudian akan mendapatkan SMS blast,” kata Febria Rachmanita.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika


Close Ads