alexametrics

Kasus Supercar Tak Berdokumen Dijerat Pidana

Polda Kirim SPDP Tiga Mobil ke Jaksa
13 Januari 2020, 20:56:31 WIB

JawaPos.com – Temuan supercar yang bermasalah akhirnya berujung kasus pidana. Tahapannya kini memasuki penyidikan. Penyidik Polda Jatim telah mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejati Jatim terkait tiga supercar yang diamankan.

Tiga mobil mewah itu adalah McLaren, Lamborghini, dan Ferrari. Polisi sudah mengantongi dua alat bukti pidana yang cukup. ’’Memang sudah kami kirimkan SPDP. Itu setelah tujuh hari penyitaan tersebut,” ucap Direskrimsus Polda Jatim Gidion Arif Setyawan kemarin (12/1).

Petugas menemukan dua indikasi pelanggaran. ”Misalnya, di penyelidikan awal. Ada dugaan soal pajak yang belum pernah diurus. Selain itu, ada dugaan pemalsuan surat,” jelas Gidion. Namun, dia belum mau berkomentar lebih jauh tentang landasan penjeratan dua pidana itu.

Gidion melanjutkan, penyidik telah mengagendakan pemanggilan sejumlah saksi. ”Yang terpenting, kami patuhi legalitas sesuai aturan pemeriksaan dan penyidikan,” terang perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Di sisi lain, Kasi Penkum Kejati Jatim Richard Marpaung membenarkan adanya pengiriman SPDP. Menurut dia, itu baru penyidikan umum. Dalam surat tersebut, ada sejumlah pasal yang dijeratkan. Misalnya, pasal 106 UU 7/2014 tentang Perdagangan. Intinya tentang pelaku usaha yang melakukan kegiatan perdagangan, tetapi tidak memiliki perizinan. Selain itu, ada pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dan pasal 480 KUHP tentang penadahan.

Sebagaimana diberitakan, polda menyita 14 mobil mewah. Sebagian kendaraan telah dikembalikan kepada pemiliknya. Tersisa tiga unit yang tidak jelas asal usulnya sampai sekarang.

Pasal yang Dijeratkan:

Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang perdagangan.

Undang-Undang Perpajakan

Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat.

Pasal 480 KUHP tentang penadahan.

Sumber: Kejati Jatim

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/gas/c18/eko


Close Ads