alexametrics

Jumlah Angkot Surabaya Terus Berkurang, Pembenahan Fokus ke Trunk

12 Desember 2019, 15:48:14 WIB

JawaPos.com – Keberadaan angkutan kota (angkot) di Surabaya kian menyusut. Salah satunya angkot yang melayani jalur Osowilangun–Keputih (angkot WK) yang dulu pernah menjadi primadona. Namun, eksistensinya sekarang kian terancam. Armadanya pun hanya tersisa 27 unit.

Sepuluh unit angkutan umum itu tampak terparkir di Terminal Keputih kemarin siang (11/12). Berjam-jam menunggu, belum juga tampak penumpang yang naik. Para sopirnya pun memilih santai sambil berharap kendaraan mereka segera penuh.

Pemandangan tersebut lumrah terlihat di sana saat ini. Keadaan itu sudah berlangsung cukup lama. Makin hari makin sepi. Ada penumpang yang naik pun baru di kawasan Tambaksari hingga menuju Osowilangun. Sementara itu, selepas Tambaksari hingga menuju terminal, bisa dipastikan sepi penumpang.

Sebelumnya, trayek itu terdapat 100 armada. Namun, beberapa tahun terakhir makin menyusut. Berdasar data yang dihimpun Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, jumlahnya hanya tersisa 27 unit.

Hal yang sama terjadi di Terminal Kedung Cowek. Bahkan, kini tidak ada angkot yang menuju ke sana. Salah satu penyebabnya adalah sepi penumpang. ’’Karena potensi penumpang tidak ada, angkot-angkot itu tidak mau masuk,’’ jelas Kabid Angkutan Dishub Surabaya Sunoto.

Menurut dia, terminal tersebut memang awalnya diharapkan bisa mengantisipasi perkembangan kawasan Suramadu. Mobilitas warga dari dan ke Madura bisa ditampung di sana. ’’Layanan antarkota dalam provinsi (AKDP, Red) untuk berganti moda dengan angkutan kota bisa tertampung sehingga bisa terkoneksi dengan kawasan-kawasan lain atau pusat kota,’’ paparnya.

Namun, saat ini kawasan itu telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Misalnya, di dekat terminal sudah ada bangunan sekolah dasar. Kemudian, di sisi timur ada lapangan tembak serta dekat dengan jalan lingkar luar timur (JLLT). ’’Pertumbuhan ekonomi di sekitar terminal itu nanti bisa menjadikan pemanfaatan Terminal Kedung Cowek lebih maksimal,’’ ucapnya.

Soal angkutan, dia menyebut kini pihaknya masih fokus pada angkutan trunk. Yakni, angkutan yang bisa menampung banyak penumpang. ’’Kami fokus dulu pada operasional bus besar. Suroboyo Bus dan bus kota,’’ katanya.

Saat ini konsep trunk sudah berjalan. Sementara itu, feeder masih memerlukan banyak persiapan. Dia menambahkan, angkutan itu bakal disiapkan pada 2021.

Dalam perencanaan feeder tersebut, penataan jalur angkot juga masuk. Dishub akan menata jalur mana yang sekiranya terdapat banyak penumpang dan menghasilkan interkoneksi layanan yang baik.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/c13/ady


Close Ads