Kuasa Hukum Mas Bechi Nilai Pengakuan Korban dan Visum Tak Sinkron

12 September 2022, 21:27:16 WIB

JawaPos.com–Sidang kasus pencabulan dengan terdakwa Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) atau Mas Bechi kembali digelar pada Senin (12/9). Sidang di PN Surabaya itu mendatangkan saksi ahli yaitu dokter yang membawa dan menjelaskan hasil visum dan rekam medis korban.

Pada kasus itu, terdapat dua hasil visum yang dibawa ke persidangan. Hasil visum yang pertama diambil pada 2018 dan yang kedua diambil pada 2019.

Saksi yang membawa visum tahun 2019 pada sidang kali ini juga membawa rekam medis yang diambil kejaksaan. Terdapat foto organ intim korban yang juga membuktikan bahwa kasus pencabulan itu benar terjadi.

Meski begitu, I Gede Pasek Suardika, kuasa hukum terdakwa, menilai, terdapat kejanggalan pada hasil visum. Pasalnya, korban bersaksi bahwa tidak pernah diambil foto organ intimnya.

”Yang menjadi perdebatan adalah saksi korban, waktu bersaksi, kami tanya, itu tidak pernah difoto. Tetapi, saksi ahli tadi mengatakan sudah izin untuk foto,” ujar Gede Pasek, Senin (12/9).

Gede Pasek juga mengatakan, pihaknya meminta file foto rekam medis untuk membuktikan bahwa foto tersebut memang milik korban. Akan tetapi, saksi ahli mengatakan file tersebut sudah dihapus dan ponsel yang digunakan untuk memfoto hilang.

”Jadi susah kita mengejar alasan lupa dan hilang. Pertama lupa, dihapus, hilang. Ini membuat kita kesulitan untuk memverifikasi apakah validitas rekam medis ini memang baru dibuat atau sudah lama,” jelas Gede Pasek.

Menurut dia, hal itu merupakan cara penghilangan jejak yang menunjukkan bahwa terdapat rekayasa dalam kasus tersebut. ”Jangan dong dikit-dikit langsung lupa, nggak ingat, kemudian dihapus, hilang. Itu kan cara-cara penghilangan jejak yang tidak bagus, yang menandakan kasus ini seakan-akan sangat kuat rekayasa,” tambah dia.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Grace Natashia

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads