alexametrics

PKB Terancam Tak Dapat Ketua Komisi, Awi Dikukuhkan sebagai Ketua DPRD

12 September 2019, 17:43:20 WIB

JawaPos.com – DPRD Surabaya membutuhkan waktu 19 hari untuk memiliki empat unsur pimpinan dewan definitif. Mereka ditetapkan dalam rapat paripurna kemarin (11/9). Penetapan itu sempat molor karena rekomendasi dari DPP PDIP baru keluar pekan lalu.

Adi Sutarwijono yang ditunjuk PDIP untuk menjadi ketua DPRD Surabaya kini punya tugas berat. Dia harus memfasilitasi pembentukan alat kelengkapan (AKD) di DPRD Surabaya Awi –sapaan Adi Sutarwijono– berada dalam posisi sulit. Terutama dalam penentuan ketua komisi. Setidaknya ada lima fraksi yang meminta jatah ketua komisi. Yakni, Fraksi Demokrat-Nasdem dengan 7 kursi dan empat fraksi lain yang sama-sama memiliki 5 kursi: PKB, Gerindra, PKS, dan Golkar.

PDIP sebagai partai pemenang memilih komisi C bidang pembangunan dan komisi D bidang kesra. Otomatis yang tersisa hanya dua slot. Yakni, ketua komisi A yang membidangi hukum dan komisi B di bidang perekonomian.

Ketua Fraksi PKB Minun Latif masih kecewa dengan hasil pembicaraan koalisi fraksi. PKB yang menjadi runner-up pada pileg April lalu justru tak mendapatkan jatah ketua komisi. PKB hanya diberi jatah wakil ketua komisi A dan sekretaris komisi C. ”Kami peringkat kedua lho. Masak nggak dapat pimpinan komisi,” ujar politikus dari dapil Surabaya Barat itu.

Fraksi PKB masih berupaya bisa mendapatkan jatah pimpinan komisi. Paling tidak bisa seperti periode sebelumnya. Saat itu PKB menempatkan Mazlan Mansyur di pucuk pimpinan komisi B. ”Keputusan belum final. Kami akan ajak ngomong lagi Mas Awi,” kata mantan ketua Badan Kehormatan DPRD Surabaya tersebut.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Arif Fathoni merasa yakin pihaknya bakal mendapat jatah ketua komisi. Dari hasil lobi-lobi dengan pimpinan dewan, Fathoni yakin bisa mendapat jatah ketua komisi A. ”Kalau 100 persen enggak lah karena belum diresmikan. Saya yakin 90 persen,” ujarnya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/c7/git



Close Ads