alexametrics

FK Unair Dorong Dokter Spesialis Wajib ke Daerah

12 September 2019, 19:59:53 WIB

JawaPos.com – Distribusi dokter di Indonesia masih kurang merata. Buktinya, masih banyak daerah yang belum memiliki dokter umum maupun spesialis. Karena itu, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) mendorong lulusan dokter spesialis untuk mengabdikan diri di pelosok daerah Indonesia.

Dekan FK Unair Prof dr Soetojo SpU (K) mengatakan, dokter spesialis diwajibkan untuk mengabdikan diri di daerah-daerah terpencil Indonesia. Khususnya lima bidang spesialis kedokteran. Yakni, spesialis obgyn, spesialis anak, spesialis bedah umum, spesialis anestesi, dan spesialis penyakit dalam (internis). ’’Lima bidang spesialis kedokteran tersebut memang dibutuhkan di daerah terpencil,” kata Soetojo saat melantik dokter spesialis dan subspesialis di Aula FK Unair kemarin (11/9).

Program tersebut sebelumnya bernama wajib kerja dokter spesialis (WKDS). Namun, wajib terkesan memaksa. Ada beberapa yang tidak setuju karena dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Namun, setelah dibuatkan kuesioner, justru banyak dokter yang senang mengabdi di daerah terpencil. ’’Sekarang nama program tersebut pun diganti program pendayagunaan dokter spesialis,” ujarnya.

Meski sudah tidak ada kata wajib dalam program tersebut, lanjut Soetojo, hukumnya tetap wajib dan harus bagi dokter spesialis. Khususnya bagi dokter spesialis yang ingin mengambil subspesialis (Sp2). ’’Kalau belum mengabdikan diri di daerah terpencil, mereka tidak bisa mengambil Sp2,” kata dia.

Soetojo menuturkan, banyak dokter spesialis di daerah-daerah terpencil yang merasa senang. Sebab, income yang didapatkan lebih banyak. Mereka memperoleh pendapatan Rp 60 juta–Rp 70 juta per bulan. ’’Uang duduk saja sampai Rp 30 juta per bulan. Belum ditambah yang lain,” ujarnya.

Menurut Soetojo, program itu menjadi solusi untuk pemerataan distribusi dokter spesialis di pelosok negeri. Sebab, selama ini banyak dokter spesialis yang berkumpul di kota-kota besar. Misalnya, Surabaya, Medan, Jakarta, dan Denpasar. Mereka kurang tertarik jika disuruh ke daerah. ’’Melalui program pendayagunaan dokter spesialis, mereka akan menyebar,” katanya.

FK Unair pun terus mendorong para lulusan dokter spesialis untuk menyebar ke seluruh negeri. Hal itu sesuai dengan visi FK Unair, yakni menjadikan insan akademis yang unggul, inovatif, terkemuka di dunia internasional. ’’Mereka harus siap dengan visi-misi ke daerah-daerah. Dan, lulusan FK layak dan harus menjadi leader-nya,” ujarnya.

Program pendayagunaan dokter spesialis yang dulu disebut wajib kerja dokter spesialis sudah berjalan empat tahun. Saat ini FK Unair juga telah bekerja sama dengan pemprov dan Dinas Kesehatan Jawa Timur untuk pendistribusian dokter spesialis ke daerah-daerah terpencil di Jawa Timur. Ada Madura, Situbono, Bawean, dan lain-lain. ’’Program ini sudah berjalan satu tahun. Untuk program Kemenkes, seluruh dokter spesialis bisa ke banyak daerah di Indonesia,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/ovi/c7/ady



Close Ads