alexametrics

Suroboyo Bus Layani Gunung Anyar–Kenjeran

12 Agustus 2019, 20:17:07 WIB

JawaPos.com – Jalur Gunung Anyar menuju Kenjeran di sepanjang Jalan Ir Soekarno tak lama lagi memiliki angkutan umum. Realisasinya kian dekat. Kini persiapan fisik angkutan berupa Suroboyo Bus (SB) mulai dilakukan. Yakni, memasang rambu bus stop di titik-titik sepanjang middle east ring road (MERR).

Pemasangan rambu itu merupakan kelanjutan dari uji coba pertama pada Juli lalu. Rencananya, moda transportasi umum tersebut mengambil rute sejauh 27 kilometer. Ada 64 titik pemberhentian.

Kepala Unit Suroboyo Bus Riza Adhi Kurniawan mengatakan, titik-titik bus stop didapat setelah melakukan uji coba. Didasarkan pada potensi penumpang yang naik. ”Kami lihat titik mana yang peminatnya banyak,” ujarnya.

Selain menentukan titik potensial, Riza juga mengevaluasi lalu lintas yang bakal dilintasi. Juga hambatan-hambatan apa saja yang mungkin ditemui. ”Karena itu, uji coba masih diperlukan lagi untuk melihat hal-hal lain,” papar Riza.

Soal berapa unit bus yang bakal dioperasikan, Riza belum bisa memastikan. Ada evaluasi lagi dan uji coba hingga benar-benar bisa dioperasikan. ”Dalam waktu dekat ini, akan dilakukan uji coba lagi,” katanya.

Trayek baru Suroboyo Bus bakal dimulai di sisi Gunung Anyar. Yakni, U-turn Puri City. Lalu, dilanjutkan hingga mencapai Jalan Kenjeran dan menuju timur hingga U-turn ketiga. Setelah itu, kembali lagi melewati Jalan Ir Soekarno sisi timur. Berlanjut belok ke Jalan Kertajaya Indah hingga bundaran ITS. Setelah dari bundaran ITS, bus melintasi Jalan Ir Soekarno hingga kembali ke Gunung Anyar.

Dari rute tersebut, ada dua titik halte yang menghubungkan dengan rute barat-timur. Yakni, Halte Kertajaya Indah dan bundaran ITS. Penumpang yang ingin melanjutkan ke tujuan lain di Surabaya Barat atau Selatan bisa menggunakan titik tersebut untuk beralih jalur atau oper.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Prasetyo mengatakan, sudah ada rambu bus stop yang dipasang. Titiknya berdasar hasil uji coba. Total ada 64 titik.

Selain rambu bus stop, tinggal penambahan perlengkapan lain. ”Nanti ada juga markah bus stop yang akan dibuat,” katanya.

Memang adanya transportasi umum di sepanjang MERR dinantikan banyak pihak. Selama ini transportasi umum tidak menjangkau seluruh titik di MERR. Hanya di persimpangan tertentu.

Apalagi banyak titik keramaian di sana. Mulai sekolah, perguruan tinggi, pusat bisnis, hingga pusat perbelanjaan dan rumah sakit. ”Lumayan kan. Kalau berangkat ke kampus, enggak perlu bawa sepeda motor,” ujar Aryana, salah seorang mahasiswa di Medokan Semampir.

Sarana transportasi umum di sana memang penting. Sebab, seiring dengan rampungnya pembangunan MERR pada 2019, kendaraan yang melintas semakin padat. Sebab, fungsinya adalah sebagai pemecah arus keluar maupun masuk ke Surabaya dari jalur tengah kota.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/c6/ady

Close Ads