alexametrics

Dprd dan Pemkab Sudah Bikin Perda, Waktunya Tanam Jaringan Utilitas

12 Agustus 2019, 19:59:37 WIB

JawaPos.com – Meski berupaya bersolek diri dengan terus membangun taman, landmark, dan sejenisnya, sejauh ini wajah sebagian besar sudut Kabupaten Gresik masih kusut. Salah satu yang menjadi penyumbang adalah semrawutnya jaringan utilitas. Mulai kabel listrik hingga jaringan telekomunikasi.

Nah, belakangan kondisi tersebut tengah menjadi perhatian pemkab dan DPRD Gresik. Mereka ingin membuat fasilitas khusus penempatan sarana utilitas di bawah tanah. Dengan demikian, tidak ada lagi jaringan kabel yang melayang sehingga membuat wajah kota tampak semrawut.

Pemkab dan dewan telah menetapkan peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan jaringan utilitas. Salah satu aturan yang masuk perda tersebut adalah kewajiban seluruh jaringan utilitas dipasang di bawah tanah. Perda yang baru saja digedok itu tinggal menunggu persetujuan dari gubernur Jatim. ”Jika disetujui, program tersebut bisa dimulai. Disepakati akan dipercepat,” ucap Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana kemarin.

Aturan dalam perda itu akan berlaku surut. Terutama untuk jaringan-jaringan kabel di wilayah Gresik yang telah terpasang. Seluruhnya harus dipindah. Yang awalnya melayang harus dibuat tertanam. Untuk keperluan itu, pemkab sudah menyediakan fasilitas khusus terkait pemasangan jaringan. Proyeksinya berupa boks yang terpasang di bawah tanah di jalur-jalur protokol.

Asroin menjelaskan, ada dua skema pembangunan fasilitas tersebut. Pertama, bisa digunakan dana dari APBD. Kedua, bisa juga dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga. ”Nanti pengguna fasilitas itu bisa dikenai retribusi atau sewa pemakaian,” katanya.

Untuk sementara, sasaran awal program tersebut adalah wilayah kota. Terutama di jalur protokol. Sebab, saat ini wajah kota tampak begitu kumuh akibat pemasangan jaringan kabel yang tidak beraturan. Baik kabel listrik, telepon, maupun jaringan televisi lokal. ’’Ke depan, kebijakan ini berlaku menyeluruh di seluruh wilayah Gresik,’’ ucap politikus Golkar itu.

Asroin mengungkapkan, kebijakan tersebut tentu saja juga berlaku untuk pemasangan jaringan utilitas yang belum atau akan dilaksanakan. ”Sesuai perda, semua sudah harus dipasang di bawah tanah. Kalau tetap memasang di atas, melanggar perda dan langsung bisa ditertibkan,” jelasnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos, jaringan kabel listrik dan telekomunikasi di beberapa sudut kota memang memprihatinkan. Kota tampak semrawut seperti benang ruwet. Dari satu tiang ke tiang lain. Lihat saja kawasan perempatan Sentolang (Jalan Veteran–Jalan Kapten Dulasim) dan perempatan Kebomas. Begitu juga lokasi lain. Selain jaringan utilitas, perusak estetika kota lainnya adalah reklame.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ris/c20/hud



Close Ads