alexametrics
Info Perpustakaan

Sosialisasi Revitalisasi Perpustakaan, Transformasi Berbasis Inklusi

12 Juli 2019, 13:04:06 WIB

JawaPos.com – Perpustakaan punya peran penting dalam membangun budaya membaca. Apalagi, data tes internasional menunjukkan kalau lebih dari 55 persen orang Indonesia yang menyelesaikan pendidikan masih mengalami functionally illiterate. Itu adalah kurangnya kemampuan membaca dan menulis untuk mengelola kehidupan sehari-harinya.

Untuk memastikan orang-orang perpustakaan mampu menjawab tantangan itu, Perpustakaan Nasional RI menggelar sosialisasi pengembangan program revitalisasi perpustakaan umum. Acara itu digelar hari ini hingga Sabtu (13/7) di Ibis Surabaya Center. Tepat pada pukul 14.00, seminar dibuka oleh Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca pada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Nani Suryani.

Nani berharap agar perpustakaan bisa menjadi sarana untuk revolusi mental dalam menumbuhkan budaya baca. Oleh sebab itu, perpustakaan harus bisa menjadi tempat yang menyenangkan. Punya banyak program dan kegiatan yang bisa memberikan wawasan, pengetahuan, dan pembekalan keterampilan.

’’Kalau masyarakat sudah menyadari dan merasakan secara langsung manfaat layanan perpustakaan, dengan sendirinya tingkat kegemaran membaca akan meningkat,’’ ujarnya, Kamis (11/7).

Lebih lanjut Nani menjelaskan, sasaran dari program revitalisasi perpustakaan bukan hanya untuk anak sekolah. Tapi masyarakat umum seperti pemuda, perempuan, dan juga pelaku usaha mikro. ’’Termasuk kelompok marginal seperti penyandang disabilitas sebagai upaya untuk pemberdayaan dan dapat meningkatkan produktivitas,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan, sosialisasi revitalisasi perpustakaan di daerah juga menjadi upaya untuk memperluas program dan mendekatkan akses informasi ke masyarakat. Harapannya, perpustakaan bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan menjadi pusat untuk berkegiatan. Perpustakaan punya modal kuat yang bisa membuat kegiatan itu terkoneksi satu dengan yang lain.

Kenapa ada revitalisasi perpustakaan? Dia menyebut karena makna literasi tak lagi soal mengenal abjad dan angka. Kini, maknanya makin luas bahwa literasi bisa berbentuk cognitive skills. ’’Memicu berpikir logis, kritis, analitis, mengembangkan ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi, sampai men-transformasi kegiatan ekonomi produktif untuk kesejahteraan,’’ terangnya.

Katanya, Perpustakaan Nasional memang punya misi untuk mendorong perpustakaan menjadi pelopor gerakan literasi yang bermuara pada perbaikan kesejahteraan. Mimpi itu diakomodasi oleh Bappenas dengan meluncurkan kebijakan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bahkan, pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, literasi untuk kesejahteraan akan mendukung prioritas nasional dalam pembangunan manusia.

’’Itulah kenapa, peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat,’’ tambah Nani.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Timur Abdul Hamid

Meski demikian, revitalisasi tidak menghilangkan ciri khas perpustakaan yang handal dalam menyediakan sumber-sumber bacaan berkualitas. Hanya, nanti di perpustakaan juga ada kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Timur Abdul Hamid menambahkan, kalau perpustakaan adalah harga diri sebuah negara. Sebab, maju tidaknya suatu negara ditentukan oleh kualitas perpustakannya. Dia lantas mencontohkan saat perang Irak dan Iran.

’’Yang dibom duluan adalah perpustakaan negaranya dulu. Supaya pemuda dan anak-anaknya tidak paham sejarah sebelumnya,’’ katanya.

Hamid juga mengatakan, kalau revitalisasi itu bisa membawa paradigma baru perpustakaan. Nantinya, perpustakaan dituntut untuk makin mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai pusat belajar dan kegiatan masyarakat. Dia yakin perpustakaan bisa karena jumlahnya di Jawa Timur sampai pertengahan 2018 mencapai 27.798 lokasi.

’’Setiap tahun Pemprov Jatim melalui program pembinaan perpustakaan mengalokasikan dana untuk membentuk perpustakaan desa atau kelurahan baru. Berupa penyaluran hibah buku dan rak,’’ ungkapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ADV