alexametrics

Dijambret Di Kalianak Barat, Korban Tak Sadarkan Diri

12 Juli 2019, 18:47:17 WIB

JawaPos.com – Yayan, warga Jalan Wonosari VII, Semampir, tak mampu menahan kesedihan. Bapak dua anak itu syok. Air matanya menetes saat melihat kondisi istrinya, Sulasni, tidak sadarkan diri di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (RS PHC).

Sulasni menjadi korban penjambretan di Jalan Kalianak Barat, Asemrowo, kemarin (11/7). ’’Kondisinya belum ada perkembangan. Belum bisa diajak komunikasi,’’ kata dr Deetje Christy Anggraini, salah seorang dokter di RS PHC Menurut dia, kondisi korban memang cukup memprihatinkan. Selain luka luar, ada cedera di bagian dalam. Menurut Deetje, Sulasni mengalami pendarahan di bagian otak. Itu diduga karena kepalanya terbentur keras ke aspal. Sementara itu, tulang bahu kanannya patah. ’’Luka memar juga ditemukan pada pinggul, wajah, dan tangan,’’ tambah Deetje.

Berdasar informasi, musibah yang dialami Sulasni terjadi sekitar pukul 06.00. Saat itu, perempuan 32 tahun tersebut hendak pergi ke tempat kerja di kawasan Margomulyo. Sesampai di Jalan Kalianak Barat No 67, ada salah seorang pengendara motor yang melaju searah.

Pelaku mendekati dan memepet korban. Dengan cepat, dia merampas tas yang dibawa Sulasni. Korban terjatuh karena ikut tertarik. ’’Kata warga, pelaku langsung kabur. Jadi, tidak jelas wajahnya,’’ ujar Yayan saat mendampingi istrinya.

Menurut dia, istrinya membawa dompet di tas yang hilang. Di dalamnya ada KTP, STNK, dua kartu ATM, dan sejumlah uang. ’’Nilainya tidak tahu. Sebab, istri saya tak pernah ngomong,’’ kata Yayan.

Setelah terjatuh, Sulasni langsung ditolong warga di sekitar lokasi. Ada petugas kepolisian yang datang membantu. Namun, mereka sempat mengalami kesulitan untuk mencari identitas korban. Sebab, tidak ada satu pun petunjuk di baju atau celana Sulasni.

Satu-satunya jalan adalah melacak nopol motor korban. Dari penyelidikan, diketahui Sulasni tinggal di Semampir bersama suaminya. Petugas lantas menghubungi Yayan.

Kanitreskrim Polsek Asemrowo AKP Syaifudin membenarkan soal penjambretan di wilayahnya. Menurut dia, sebagian anggota sempat mengira Sulasni korban laka lantas. ’’Petugas baru tahu dijambret setelah ada keterangan warga,’’ kata Syaifudin.

Apakah pelakunya sudah teridentifikasi? Syaifudin menyebutkan bahwa kasus yang menimpa Sulasni memang terjadi di wilayah hukum Asemrowo. Namun, kasus tersebut diambil alih oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Penyelidikan dilakukan petugas di satreskrim.

Sementara itu, polisi terus mengembangkan kasus Zainul Fanani, penjambret yang ditembak mati oleh anggota Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Warga Mojosari, Mojokerto, itu ternyata punya kelompok kecil yang saat ini sedang diburu. Dua nama sudah dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO).

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyatakan, tersangka punya komunitas kecil di Surabaya. Namun, jumlahnya tidak lebih dari lima orang. Untuk sementara, baru dua orang yang teridentifikasi. ’’Ada base camp di Surabaya yang biasa dijadikan tempat kumpul,’’ ujarnya kemarin (11/7).

Sudamiran mengatakan, tersangka punya istri kedua di Surabaya. Karena itu, dia jarang pulang ke Mojokerto. ’’Nah, selama di Surabaya itu dia kenal beberapa pelaku lain. Ya, menjambret itu jadi pekerjaan utama,’’ katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/adi/c19/git



Close Ads