alexametrics

Cabut Status Physical Distancing di Jalan Tunjungan dan Pandegiling

12 Mei 2020, 04:28:28 WIB

JawaPos.com – Physical distancing di Jalan Tunjungan dan Pandegiling dicabut. Pencabutan pembatasan lalu lintas itu dilakukan setelah ada skala prioritas penempatan personel di wilayah perbatasan kota. Wilayah di sekitar physical distancing juga dianggap aman karena tidak ada kasus baru positif Covid-19.

Pencabutan physical distancing dilakukan sejak Jumat (8/5). Seluruh personel penjagaan yang terdiri atas polantas, satpol PP, dan dishub disebar di pos-pos perbatasan. ”Personel difokuskan ke perbatasan semua,” ucap Kaur Binops (KBO) Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Suud kemarin.

Perpindahan personel dilakukan agar pengamanan di perbatasan kota lebih intens dan efektif. Apalagi, saat ini Surabaya Raya memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penjagaan di tahap kedua PSBB juga bakal lebih ketat.

Suud mengakui, jika tetap diberlakukan physical distancing di beberapa ruas jalan, personel kepolisian akan kekurangan. Sebab, pos yang perlu dijaga cukup banyak. Untuk itu, physical distancing di dua ruas jalan dicabut.

Meski juga dilatarbelakangi jumlah personel, Suud memastikan physical distancing di dua ruas jalan itu dicabut karena penerapannya sudah efektif. Itu terbukti dari tidak bertambahnya jumlah kasus positif di wilayah sekitar diterapkannya physical distancing.

”Tidak ada pertambahan jumlah positif Covid-19,” ucapnya. Itu karena selama physical distancing jalan dijaga ketat. Aktivitas warga dibatasi. Mereka juga tidak bisa asal keluar rumah. Karena jalan ditutup di jam-jam tertentu,’’ imbuhnya.

Efektivitas physical distancing juga bisa dilihat dari beberapa usulan baru. Yang minta agar diterapkan physical distancing di beberapa wilayah. Salah satunya wilayah Rungkut. ”Tapi belum kami setujui. Kurang personel dan fokus di perbatasan,” tuturnya.

Physical distancing diterapkan di Surabaya sejak 1 April. Mulanya, Jalan Darmo dan Tunjungan yang dibatasi. Setelah itu, dua minggu kemudian, physical distancing Jalan Darmo dicabut. Diganti dengan Jalan Pandegiling.

Camat Tegalsari Buyung Hidayat mengungkapkan, hingga kemarin, di wilayahnya memang tidak ada pertambahan kasus signifikan. Kelurahan Tegalsari, misalnya. Kasus positif tercatat satu pasien. ”Kami bersyukur karena tidak ada penambahan,” ucapnya.

Itu disebabkan Kelurahan Tegalsari termasuk wilayah padat penduduk sehingga rentan terjadi persebaran virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Buyung mengatakan, meski physical distancing dicabut, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan perangkat RT/RW.

Koordinasi itu salah satunya terkait dengan kewajiban warga pakai masker dan pembatasan sosial. Warga diminta tetap tinggal di rumah. Kalau tidak ada keperluan mendesak, warga diminta tidak keluar dari lingkungan mereka.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c17/any

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads