alexametrics

Tumbuhkan Ekonomi Surabaya lewat GrabKitchen

12 Februari 2020, 21:16:17 WIB

JawaPos.com – Komitmen Grab mengembangkan perekonomian daerah berlanjut ke Surabaya. Hal itu diwujudkan dengan meluncurkan GrabKitchen di Hotel Santika Premiere, Rabu (12/2). GrabKitchen hadir di lima lokasi sekaligus di kota pahlawan. Tepatnya di Kertajaya, Kedungsari, Tenggilis, Darmo Permai, dan Pasar Atom. Sebelum ini, GrabKitchen telah hadir di Jakarta, Medan, Bali, dan Bandung.

Head of Marketing GrabFood Grab Indonesia Hadi Surya Koe memaparkan secara detail konsep GrabKitchen kemarin. GrabKitchen merupakan jaringan cloud kitchen. Grab menyediakan empat dari lima aspek yang dibutuhkan sebuah restoran. Seluruh fasilitas itu hadir dalam satu tempat khusus.

”Mulai dari pemilihan lokasi, konstruksi tempat, proses marketing online dan offline dan penjangkauan customer, semuanya kita yang cover. Mitra hanya perlu fokus menyiapkan dan memasak hidangan terbaik. Sisanya, kami yang bantu,” ungkap Hadi.

Sistem cloud kitchen memberikan risiko paling minim bagi pengusaha kuliner dalam upaya mengembangkan bisnis. Para mitra yang bergabung tak perlu membayar sewa tempat atau perlengkapan dapur. Mereka akan mendapat fasilitas standar dapur komersial dari Grab. Di antaranya exhaust untuk dapur, tempat air bersih, peralatan untuk memasak, dan listrik. Hadi juga menyebutkan masing-masing restoran nantinya akan diberi suatu proses training. Tujuannya untuk membiasakan diri dengan konsep dapur bersama tersebut.

Peluncuran GrabKitchen merupakan sinyal positif bagi perekonomian Surabaya. Sebab, penyediaan akomodasi dan makan-minum jadi salah satu kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi di 2018. Persentasenya berada pada 16,3 persen.

Sementara itu, peresmian GrabKitchen di Surabaya mencerminkan betapa gemilangnya prestasi GrabFood. ”Grab Food telah menjadi layanan pesan antar makanan terbesar di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan GMV (gross merchandise value) mencapai 5,2 kali dan pengguna aktif yang meningkat hingga 173 persen,” papar Hadi.

Hasil riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategic mendukung performa gemilang itu. Pada 2018 lalu disebutkan bahwa Grab berkontribusi Rp 8,9 triliun untuk perekonomian Surabaya. Kontribusi terbesar dicatatkan mitra GrabFood dengan nilai total Rp 4,2 triliun. Penjualan rata-rata mingguan mitra Grab Food meningkat 34 persen.

Grab juga mengenalkan GrabKitchen All in One. Sistem itu memanfaatkan lokasi GrabKitchen yang menyatukan beberapa restoran sekaligus. Hal itu akan memberi solusi pada pengguna aplikasi Grab yang ingin memesan menu dari beberapa restoran dalam satu kali pesan. ”Jadi, kali ada yang suka martabak, bakso, kopi susu, itu semua bisa diorder dalam satu pengantaran,” jelas Hadi.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM


Close Ads