alexametrics

PSI Libatkan Unsur Birokrat untuk Debat Kandidat Bacawali Surabaya

12 Februari 2020, 20:59:55 WIB

JawaPos.com – Pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali) di DPD PSI Surabaya masih sepi peminat. Hingga kemarin (11/2), belum ada satu pun tokoh yang mengambil formulir. Di satu sisi, panitia masih sibuk menyiapkan debat kandidat yang akan diadakan pada Maret. Ada unsur birokrat yang bakal dilibatkan sebagai panelis.

Wakil Ketua DPD PSI Surabaya Marina Elisa Lipesik mengakui, memang belum ada pendaftar baru selama lima hari terakhir sejak pendaftaran dibuka pada 7 Februari. Namun, beberapa orang sudah berencana mengambil formulir. ’’Kami belum tahu kapan. Yang jelas, sudah ada komunikasi,’’ ujarnya kemarin.

Menurut Marina, waktu pendaftaran gelombang kedua masih relatif panjang. Dia yakin ada tokoh yang mengambil formulir dalam waktu dekat. ’’Pendaftaran ini masih dibuka sampai pertengahan Maret nanti,’’ katanya.

Marina menjelaskan, salah satu alasan membuka pendaftaran gelombang kedua adalah ingin menjaring sebanyak-banyaknya tokoh yang berkualitas. Yang menjadi perbandingan adalah konvensi di DPD Tangerang Selatan yang juga akan menghadapi pemilihan wali kota (pilwali).

Di Tangerang Selatan (Tangsel), jumlah bacawali yang lolos konvensi PSI mencapai 11 orang. Di Surabaya, bacawali yang lolos hanya enam orang. ’’Memang yang menjadi perbandingan Tangsel karena sama-sama bakal pilwali,’’ jelasnya.

Nah, pendaftar yang mengambil formulir di gelombang kedua tetap harus mengikuti seleksi wawancara di DPP (dewan pimpinan pusat). Menurut Marina, waktunya masih cukup karena proses wawancara hanya berlangsung sehari.

Pelamar di gelombang kedua yang lolos seleksi wawancara akan diikutkan debat kandidat yang diselenggarakan pada 8 April. Termasuk enam orang yang sudah lolos pada tahap konvensi gelombang pertama.

Marina menyatakan, proses debat kandidat bakal dilakukan di Surabaya. Ada beberapa panelis yang dilibatkan. Selain akademisi dan pakar, PSI berencana melibatkan unsur birokrat dalam debat kandidat.

Marina menilai, keterlibatan birokrat dalam proses debat sangat dibutuhkan. Sebab, pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya dianggap lebih memahami dan mengerti problem kota. ’’Jadi, mereka (birokrat, Red) yang nanti mempertajam program-program para kandidat saat debat,’’ tandasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c14/ano


Close Ads