alexametrics

Pembunuhan Tambak Wedi Belum Terungkap,Polisi Cari Rekaman CCTV di TKP

12 Februari 2020, 18:29:46 WIB

JawaPos.com – Pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Rika Murni, 31, warga Jalan Tambak Wedi Langgar, Gang Manyar, Kenjeran, belum menunjukkan perkembangan berarti. Sampai saat ini pelakunya belum tertangkap. Karena itu, polisi terus menggali bukti di lapangan. Salah satunya mencari rekaman CCTV. Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga menyatakan masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kasus tersebut Bahkan, aksi pembunuhan itu dinilai sangat bersih. Sulit bagi polisi mencari pelakunya.

Saksi-saksi yang diperiksa juga belum memberikan petunjuk siapa pelakunya. Mereka tidak mengetahui sama sekali kronologi peristiwa maut tersebut. Begitu pula pemeriksaan terhadap pihak keluarga. Baik dari suami korban Laksana Widi Putra, 32, maupun keluarga kandung Rika Murni. Semuanya mengaku tidak mempunyai permasalahan dengan orang lain. Baik hubungan bisnis maupun asmara.

”Kami sedang fokus mengidentifikasi sidik jari yang menempel di seputar tempat kejadian perkara (TKP) dan pencarian rekaman CCTV di sana (TKP, Red). Mohon waktunya,” kata Dimas kemarin (11/2).

Saifullah, kakak pertama Rika Murni, mengaku sudah diperiksa oleh penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Pria berusia 48 tahun itu tidak menyangka bahwa sang adik meninggal dengan cara dibunuh. Apalagi pembunuhan tersebut bukan karena adanya unsur perampokan. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya barang-barang yang hilang.

”Kalung Rika saja masih menempel pada lehernya. Berarti ada unsur lain,” kata Saifullah di rumah Laksana Widi Putra di Jalan Mrutu Kalianyar.

Saifullah menjelaskan, keluarganya tengah menjalankan bisnis pakaian. Bahkan, lanjut dia, Rika Murni mempunyai peran penting dalam memajukan usaha tersebut. Saat ini usaha itu berkembang pesat.

Hanya, dia tidak merasa adanya persaingan bisnis. Apalagi, Rika sudah lima bulan tidak lagi membantunya di toko. Tepatnya sejak anak kedua Rika lahir.

”Seandainya ada masalah pun, seharusnya saya yang diincar. Karena bisnis itu saya yang menjalankan,” ucap dia.

Begitu pula soal hubungan asmara. Hubungan rumah tangga Rika bersama suaminya dirasa baik-baik saja. Hanya, pada 2018, Rika pernah mengeluhkan kondisi rumah tangganya. Rika berniat menceraikan suaminya. Alasannya, sang suami kerap berbuat kasar.

Mengetahui hal tersebut, lanjut Saiful, dirinya menyuruh Rika mengurungkan niat itu. ”Dan mulai saat itu, Rika tidak pernah lagi curhat tentang rumah tangganya. Dan saya menilai rumah tangga Rika dalam kondisi harmonis,” ujarnya.

Saat ini dia berfokus memulihkan kondisi psikologis anak Rika, yakni KR, 5. Sejak kematian Rika pada Jumat malam (7/2) dan dimakamkan Sabtu (8/2), pihaknya belum menjenguk KR.

Kemarin dia bersama keluarga baru bisa menemui KR. Kedatangannya disambut baik oleh keluarga besan. KR terlihat cukup senang. Perempuan berusia 5 tahun itu sibuk bermain bersama anak Saiful.

Sementara itu, pemulihan kondisi psikologis KR mendapatkan atensi berbagai pihak. Salah satunya dinas pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP5A). Hal tersebut diperlukan karena KR secara langsung menyaksikan pembunuhan ibunya.

Kepala Dinas DP5A Kota Surabaya Chandra Oratmangun mengatakan bahwa proses konseling dan trauma healing diharapkan mampu memulihkan kondisi kejiwaan anak berusia 5 tahun itu.

Dia mengungkapkan, sejak kejadian tersebut, pemkot menerjunkan tiga psikolog. Mereka bertugas untuk membuat KR nyaman dan lebih tenang secara kejiwaan. ”Terus pendampingan. Setiap hari,” kata Chandra kemarin (11/2).

Dia mengungkapkan, perkembangan KR semakin hari terus membaik. Dia mencontohkan, KR perlahan mulai terbuka untuk berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Namun, menurut Chandra, komunikasi KR sebatas menanggapi dan menjawab pertanyaan. ”Tapi, bukan pertanyaan soal kejadian ya. Masih belum ke arah sana. Biar dia tenang dulu,” imbuhnya.

Selain itu, terang Chandra, KR takut pada boneka yang berbentuk manusia. ”Makanya kami beri boneka berbentuk hewan. Contohnya, boneka beruang,” jelasnya.

Dari perlakuan-perlakuan yang diberikan kepada KR, perlahan akan terlihat seberapa parah trauma yang dialami bocah tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/zam/c6/git


Close Ads