alexametrics

Pemindahan Pipa PDAM Picu Krisis Air Seluruh Kota Surabaya

11 September 2019, 16:48:56 WIB

JawaPos.com – Ribuan pelanggan PDAM Surabaya terimbas pasokan air yang lenyap kemarin (10/9). Pemindahan pipa utama PDAM di Jalan Yos Sudarso seiring dengan adanya proyek alun-alun bawah tanah yang digarap Pemkot Surabaya membuat perusahaan air milik negara itu harus mematikan aliran air. Sejatinya pemindahan pipa tersebut ditargetkan tuntas sehari, tetapi ternyata molor hingga lima hari.

Molornya pekerjaan PDAM bukan kali ini saja. Pemindahan pipa utama di proyek underpass Satelit beberapa waktu lalu juga molor dan berimbas ke ratusan ribu pelanggan. Itu ditambah dengan kebocoran di perbatasan Waru, Ngagel, Pegirikan, dan Made yang juga tak bisa diselesaikan sesuai target. Akibatnya, debit air di pusat kota mati total, sedangkan di pinggiran debit air mengecil. Jadi, mengapa kejadian tersebut terus-terusan terulang?

Dirut PDAM Surya Sembada Mujiaman Sukirno menerangkan bahwa utilitas di bawah jalan raya belum tertata. Panjang pipa PDAM saja nyaris sama dengan keliling bumi dihitung dari garis khatulistiwa. Yakni, 6 ribu kilometer lebih. Pipa-pipa itu harus berbagi tempat dengan kabel-kabel milik Telkom, PLN, kabel fiber optik milik pemkot, hingga pipa gas. Banyak yang tak terdata letaknya di mana. Sebab, banyak utilitas yang dipasang sejak Belanda masih menduduki Indonesia.

’’Idealnya seluruh utilitas itu ditata. Mau tidak mau harus begitu memang. Kalau enggak begitu, mau apa-apa pasti susah,” kata alumnus Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut.

Sebenarnya pemindahan pipa di Jalan Yos Sudarso tinggal memasang pipa baru. Pipa itu sudah jauh-jauh hari disiapkan. Sayangnya, saat penurunan pipa baru tersebut, para pekerja menghadapi kendala berupa kabel Telkom. Kabel itu harus dipotong karena menghalangi pekerjaan. Namun, langkah tersebut tak mungkin diambil. ”Komunikasi se-Surabaya bisa putus. Akhirnya kami yang mengalah,” kata Mujiaman.

WADAH BESAR: Warga Flat Grudo menggunakan bak sampah untuk mengambil air yang dikirim PDAM kemarin. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Pipa PDAM yang sudah disiapkan harus dipotong lagi di lokasi proyek. Prosesnya pun menyita waktu yang sangat lama. Kendati begitu, Mujiaman memastikan seluruh pipa terpasang kembali sejak kemarin siang. Empat instalasi pengolahan air minum (IPAM) yang dimatikan akhirnya dinyalakan kembali. Aliran air berangsur pulih sejak kemarin sore.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan, tidak akan ada kompensasi atas gangguan aliran air yang dialami sebagian besar warga Surabaya itu. Sebab, pengerjaan yang lama itu tidak disengaja PDAM. ”Tidak ada kompensasi. Ini bukan mau kita kok,” tegas Risma di rumah dinasnya.

Risma pun sudah memerintah PDAM agar segera menyelesaikan penyambungan pipa itu. Rencana pengerjaan yang awalnya sebentar itu jadi lebih lama. Menurut Risma, masalahnya adalah sistem utilitas yang tidak terencana dengan baik. ”Terpaksa harus motong masalahnya. Sebab, kalau tidak kita lakukan, Telkom bisa blackout se-Surabaya,” tambah dia.

Kemarin siang Risma sudah mendapat kabar bahwa PDAM wilayah Surabaya Selatan dan Pusat sudah bisa beroperasi. Yang belum adalah wilayah Surabaya Utara. ”Ini Pak Mujiaman direktur PDAM saya minta untuk memfasilitasi yang utara,” ungkap Risma

Kantor Pemkot Juga Jadi Korban

Gangguan air PDAM juga berpengaruh di kompleks Kantor Pemkot Surabaya di Jalan Jimerto dan Sedap Malam. Gangguan itu berupa pelannya aliran air sampai tidak bisa mengalir sama sekali hingga sore. Salah satunya di kantor Humas Pemkot Surabaya. Keran-keran kamar mandi yang mengandalkan tekanan air dari pipa PDAM tidak bisa mengalirkan air dengan lancar sejak siang hingga sore.

Kabaghumas M. Fikser menuturkan bahwa kantor humas pemkot memang belum punya tandon air khusus dengan daya tampung yang besar. Aliran air sangat bergantung pada pipa-pipa PDAM ’’Kalau yang mati itu mulai Minggu dan Senin. Sore ini (kemarin, Red) mulai bisa. Kalau siang, memang tidak bisa sama sekali,’’ ungkapnya.

Orang-orang yang hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil atau air besar pun membatalkan niatnya dan mencari lokasi lain. Begitu pula yang hendak berwudu. ’’Kalau yang di Balai Kota dan Jimerto memang disuplai air tangki,’’ ungkap Fikser.

RUWET: Pipa utama milik PDAM yang terkena proyek pengerjaan Alun-Alun Suroboyo di Jalan Yos Sudarso kemarin (10/9). Petugas memastikan sambungan tidak bocor. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Peristiwa serupa terjadi di Masjid Muhajirin di kompleks Pemkot Surabaya. Pada Minggu, Senin, dan kemarin pagi hingga siang, kebutuhan air di masjid tersebut mengandalkan kiriman dari PDAM. Aliran air PDAM dari pipa baru bisa diandalkan pada petang.

Sementara itu, rumah dinas wali kota Surabaya juga terimbas gangguan aliran air PDAM karena pengerjaan pipa di Jalan Yos Sudarso. Tiga tandon air di sebelah barat rumah dinas tersebut tidak bisa cepat terisi. Sebab, aliran airnya tidak lancar. Ukuran tiga tandon tersebut 4 meter kubik, 5 meter kubik, dan 6 meter kubik.

’’Karena tidak terisi penuh, ya nyiram tamannya pakai slang manual begini. Biasanya pakai sprinkle kalau penuh,’’ kata Tarji, petugas taman di rumah dinas itu.

Dia menyebutkan, karena cuaca panas, tumbuhan tersebut butuh banyak air. Mereka menyirami tanaman-tanaman itu pada pagi dan sore. ’’Nyiraminya harus benar-benar basah. Kalau tidak, nanti bisa kering,’’ tuturnya.


Mengapa Pemindahan Pipa PDAM Molor?

  1. Ada berbagai macam jaringan utilitas yang tertanam di bawah tanah.
  2. 6 ribu kilometer jaringan pipa PDAM berbagi tempat dengan jaringan pipa gas, kabel Telkom, kabel listrik, hingga kabel fiber optik milik pemkot.
  3. Tak ada data pasti di mana saja utilitas itu ditanam.
  4. Keberadaan utilitas itu jadi problem yang tak bisa diprediksi saat pipa diperbaiki.
  5. Peta aliran pipa dari IPAM ke PDAM juga tak akurat. Sebab, banyak pipa yang ditanam berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/jun/c15/c7/tia



Close Ads