alexametrics

Kapasan Dalam Jadi Kawasan Toleransi

11 Juli 2019, 18:37:49 WIB

JawaPos.com – Selama ini kawasan Kapasan Dalam, Simokerto, tidak saja dikenal sebagai Kampung Pecinan tertua di Surabaya. Keharmonisan yang terjalin warga antaretnis menjadi daya tarik. Di sana, warga keturunan Tionghoa, Jawa, dan Madura hidup rukun dan saling menghormati.

Kekompakan mereka juga terlihat saat bahu-membahu untuk mengadakan kegiatan. Misalnya, perayaan Agustusan dan hari besar keagamaan. Dalam keseharian, mereka saling tolong-menolong saat ada tetangga yang kesusahan. Hal itu mendorong Pemkot Surabaya menjadikannya kawasan toleransi.

Realisasi pembentukan kawasan toleransi diawali dari proyek renovasi jalan. Jalan Kapasan Dalam dibongkar dan dipasangi paving anyar. Nanti kawasan Klenteng Boen Bio juga dipercantik dengan lampu hias.

”Awalnya, memang ada usulan warga. Pemerintah lantas menindaklanjutinya,” kata Camat Simokerto Nono Indriyono. Pembangunan itu bakal diikuti penataan di sekitar kelenteng. Termasuk penertiban parkir liar dan PKL.

Kapan jalan akan dipasang paving anyar? Berdasar informasi, saat ini prosesnya sudah masuk tahap lelang. Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 604,2 juta untuk mengubah akses Kampung Pecinan.

Anggaran tersebut, selain untuk biaya pembelian paving setebal 6 cm, nanti digunakan untuk normalisasi saluran dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU). ”Lampunya akan disesuaikan dengan tema wilayah. Tentu tidak jauh dari nuansa heritage,” tambah Nono.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hen/c12/nor

Close Ads