alexametrics

Risma: Jumlah Pasien Positif Melonjak karena Tes Covid-19 Makin Masif

11 Mei 2020, 15:48:03 WIB

JawaPos.com − Jumlah pasien positif Covid-19 di Surabaya semakin bertambah. Masalahnya, penambahan itu justru terjadi pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Wali Kota Tri Rismaharini menerangkan penyebab terjadinya lonjakan itu.

Risma mengikuti rapat koordinasi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Wali kota dua periode itu didampingi Danrem 084 Kolonel Inf Herman Hidayat Eko Atmojo dan Wakapolres Surabaya AKPB Agus Sudaryatno di lobi balai kota kemarin siang.

Risma membaca angka orang dalam risiko hingga pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, peningkatan itu terasa begitu tinggi. Pasien positif sebelum PSBB berjumlah 372 orang. Hingga kemarin, totalnya hampir 592 orang. Sebanyak 487 orang masih dirawat hingga saat ini.

”Angkanya naik terus. Karena sekian bulan dalam proses ini, kami belum pernah melakukan rapid test maupun swab,” ujar Risma. Dia mengatakan, keterbatasan alat dan sarana tes menjadi kendala utama pencarian data. Alat itu baru banyak berdatangan beberapa hari terakhir.

Contohnya, kemarin pemkot melakukan rapid test di empat titik sekaligus. Total yang dites mencapai 1.075 jiwa. Hasilnya belum bisa diketahui hari itu juga. Setelah hasil rapid test keluar, yang positif akan langsung mengikuti tes swab.

Pemkot juga baru saja mengetes 287 orang tanpa gejala (OTG). Semuanya dinyatakan negatif. Ketersediaan alat tes itu sangat menentukan langkah penanganan pemkot.

Selama ini pemkot terpaksa menyarankan sejumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Mereka tidak bisa segera dites karena alatnya tidak ada. Maka, yang terjadi adalah penularan di dalam rumah. ”Seumpama kami punya alatnya, saat itu langsung kami pisahkan. Yang sehat kami tempatkan di hotel,” ujar perempuan asal Kediri itu.

Risma mencontohkan kasus di Pasar PPI Krembangan. Ada banyak orang yang harus menjalani karantina mandiri. Masalahnya, di dalam satu rumah itu terdapat banyak anggota keluarga. ”Bahkan, ada satu rumah itu isinya 36 orang. Ada yang 7, ada juga yang 15,” ujarnya.

Setelah alat tes datang, mereka yang dari PPI Krembangan langsung dites. Sebanyak 47 orang yang dinyatakan reaktif menjalani tes swab. Hasilnya, 19 orang dinyatakan positif. Hingga kemarin Pemkot Surabaya juga telah melakukan tes swab kepada 1.083 orang dan rapid test terhadap 4.246 orang.

Pemkot pun menelusuri siapa saja yang sudah melakukan kontak dengan pasien. Pemkot membedakan persebarannya menjadi 16 klaster. Yang terbanyak adalah klaster luar negeri, pasar, dan Jakarta. ”Misal, si A positif. Nanti kami tanya dia sudah berjabat tangan dengan siapa saja. Ketemu siapa saja. Dari situ percabangannya akan diketahui,” ujarnya.

Selain itu, Risma menyampaikan bahwa koordinasi dengan TNI dan Polri semakin digencarkan. Setiap malam ada operasi perbatasan. Petugas gabungan juga membubarkan kerumunan. Terutama di warung kopi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/c6/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads