alexametrics

Kurangi Penularan di Sukolilo, Buat Sekat Pedagang Delapan Pasar

11 Mei 2020, 04:00:07 WIB

JawaPos.com – Pasar menjadi salah satu tempat yang berpotensi menularkan Covid-19. Untuk mencegah hal tersebut, pihak Kecamatan Sukolilo menata lapak penjual. Caranya, mengatur jarak antar pedagang saat beraktivitas. Petugas gabungan dari Kecamatan Sukolilo dan Satpol PP Kota Surabaya tampak sibuk kemarin di Jalan Pumpungan IV, Kelurahan Menur Pumpungan. Mereka melakukan pengukuran di sepanjang jalan. Kemudian, mereka mengecat berbentuk kotak. Ukurannya 2 x 1 meter. Jarak antarkotak sekitar 1 meter.

Setiap pagi jalanan itu memang digunakan untuk aktivitas jual beli. Sebanyak 25 pedagang menggelar lapak jualan. Berbagai jenis bahan pokok tersedia. Di tengah pandemi Covid-19, keberadaan pasar itu rawan. Sebab, ratusan orang setiap hari bertemu satu sama lain.

Camat Sukolilo Amalia Kurniawati mengatakan, antar pedagang diberi jarak 1 meter. Dengan begitu, interaksi antar pedagang juga kecil. Selain itu, pembeli tidak berkeruman jika ada jarak antarlapak. ’’Sehingga bisa mengurangi risiko,’’ katanya.

Amalia mengatakan, sebelum petugas melakukan pengecatan, pedagang disosialisasi soal penerapannya. Mereka menyambut baik langkah tersebut. ’’Dari pedagang sendiri setuju dan mendukung kebijakan ini,’’ ucapnya.

Koordinator Pedagang Pasar Pumpungan IV Nanik Susilowati menyebutkan, sejak pandemi dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pihaknya sudah berupaya meningkatkan protokol kesehatan. ’’Termasuk pedagang tidak berdempetan sudah dilakukan. Namun diatur sendiri, belum ada markahnya seperti ini,’’ katanya.

Dengan adanya penambahan markah, dia berharap pedagang semakin tertib. Menurut dia, meski pasar itu berada di jalan selebar 4 meter, bahan yang tersedia lengkap. Pembelinya bukan dari sekitar Menur Pumpungan saja, melainkan juga wilayah lain.

Selain Pasar Pumpungan IV, pembuatan markah lapak untuk pedagang dilakukan di Pasar Jalan Menur III. Di sana ada sekitar 40 pedagang yang berjualan. Bukanya mulai pukul 06.00 sampai 10.00. Amalia mengatakan, hal serupa bakal diterapkan di seluruh pasar rakyat di wilayahnya. Total ada delapan tempat yang sudah terdata. ’’Kami lakukan bertahap. Setelah ini giliran Kelurahan Nginden Jangkungan,’’ paparnya.

Selain pasar rakyat, di Sukolilo terdapat pasar yang dikelola pihak lain. Yakni, satu unit dikelola PD Pasar Surya (PDPS). Dua pasar dikelola LPMK. Pasar-pasar yang dibuat markah seperti itu memang dikelola secara mandiri oleh warga. Pasar rakyat mendapat perhatian karena banyak aktivitas dibanding yang dikelola PD Pasar Surya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/c15/dio

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads