alexametrics

Cegah Covid-19, Pedagang Takjil Diimbau Pakai Sarung Tangan

11 Mei 2020, 03:30:31 WIB

JawaPos.com – Berjualan takjil dengan berbagai macam jenis menu makanan untuk berbuka puasa saat Ramadan sudah menjadi tradisi. Dalam situasi pandemi seperti saat ini, dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), aktivitas tersebut tetap diperbolehkan, tetapi harus memenuhi beberapa aturan dan ketentuan yang diberlakukan.

’’Wajib mematuhi protokol yang sudah disampaikan Bu Risma. Mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Penjual juga diupayakan untuk selalu memakai sarung tangan,’’ ujar Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto pada Jawa Pos kemarin (9/5).

Dia menjelaskan, hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan risiko persebaran Covid-19 melalui transaksi uang tunai. Selain itu, Irvan menegaskan bahwa para pedagang harus memperhatikan physical distancing. Aturan itu bisa diterapkan dengan mengatur jarak antarlapak minimal 1,5 meter.

Sementara itu, keberadaan penjaja takjil pun dirasa bisa memudahkan perantau, khususnya mahasiswa. Mahdi Bakhtiar, salah satunya. Mahasiswa UINSA itu mengungkapkan, dirinya tetap berada di Surabaya saat pandemi merebak. Adanya para pedagang makanan di pinggir jalan sangat membantunya untuk membeli makanan berbuka puasa.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hay/c15/ai

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads