alexametrics

5 Pasar PDPS Sudah Ditutup, Pemkot Surabaya Rencanakan Pembatasan Jam

11 Mei 2020, 17:29:47 WIB

JawaPos.com − Pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang kini paling diawasi pemkot. Sebab, sudah ada lima pasar dalam naungan Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang ditutup karena pedagangnya positif Covid-19.

”Itu belum termasuk pasar yang dikelola LPMK dan RW,” ujar Kabag Perekenomiam Pemkot Surabaya Agus Hebi Djuniantoro kemarin. LPMK Gubeng dan Keputih sudah menutup pasar tradisional mereka di wilayah masing-masing.

Selain itu, banyak pasar yang dikelola RW. Misalnya, Pasar Krempyeng di Jalan Jepara. Setelah ditemukan kasus Covid-19, warga berinisiatif untuk menutup sementara aktivitas di pasar tersebut. Menurut dia, kesadaran masyarakat akan protokol pencegahan Covid-19 mulai tumbuh.

Bukan tidak mungkin, ada pasar-pasar lain yang bakal ditutup. Sebab, tingkat persebaran Covid-19 belum menunjukkan penurunan. Namun, penutupan bukan perkara mudah. Pemkot harus memastikan bahwa pasien yang diduga terkena Covid-19 itu benar-benar positif dengan bukti dari laboratorium. ”Tidak bisa sembarang tutup. Karena ada aspek ekonomi di sana,” ujar Hebi.

Jika sudah ada yang terbukti positif, seluruh kegiatan di pasar ditiadakan. Para pedagang harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Otomatis tidak ada kegiatan di pasar itu.

Agar tidak ada lagi pasar yang ditutup, pemkot melakukan upaya pencegahan. Salah satu yang bakal dilakukan adalah pembatasan jam buka. Belum jelas seberapa lama pasar-pasar boleh tetap buka. Semuanya akan diatur melalui surat edaran wali kota.

Hebi menerangkan, pembatasan itu dilakukan untuk memangkas intensitas pertemuan pedagang dan pembeli. Misalnya, Pasar Pabean yang buka pukul 14.00 hingga 02.00 dini hari. ”Toh, omzet mereka sudah turun. Jadi, pasar tidak terlalu ramai,” ujarnya.

Dia mengatakan, pasar menjadi tempat persebaran virus paling mudah. Sebab, lapak antar pedagang berdempetan. Jumlah lapak dengan pedagang tidak sama. Umumnya, lebih banyak pedagangnya ketimbang jumlah lapak. Sebab, ada pedagang resmi dan pedagang kaki lima.

Pemkot juga membuat garis-garis pembatas antarlapak di sejumlah pasar yang masih bisa ditata. Jika lapak berjauhan, pembeli pun tidak akan berdempetan.

Hebi mengharapkan pedagang bisa mengubah cara berdagangnya. Saat pembeli tak berani ke pasar, dia menyarankan agar pedagang membuka layanan antar. ”Di Kupang Gunung itu ada agen beras yang tokonya tutup. Tapi, dia pasang nomor telepon untuk mengantar dagangannya,” ujar mantan Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya itu.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menganggap efektivitas PSBB terkait erat dengan sembako yang dibagikan pemkot. Selama bantuan belum turun, warga akan tetap berkerumun di pasar. ”Makanya kami berharap bantuan itu segera diberikan. PSBB kan berjalan sejak akhir April lalu,” ujarnya.

Reni melihat masih banyak warga yang tidak memakai masker di tempat umum. Termasuk pasar. Dia mengusulkan agar ada aparat satpol PP atau kepolisian yang ditempatkan di pusat keramaian. ”Kan pasti sudah diketahui tempat mana saja yang ramai,” jelasnya.

Yang Sudah Ditutup Selama Pandemi

Milik PD Pasar Surya

  • PPI Krembangan
  • Kapasan
  • Kupang Gunung
  • Simo Kalangan
  • Simo Gunung

Non PD Pasar Surya

  • Pusat Grosir Surabaya
  • Jojoran
  • Asem Payung
  • Kedung Baruk Gang VI
  • Kedung Baruk Pesantren

Sumber: Pemkot Surabaya

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/c6/eko

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads