alexametrics

Pandemi Covid-19 Mereda, Angka Pengangguran di Jatim Mulai Menyusut

10 November 2021, 13:48:58 WIB

JawaPos.com – Meredanya situasi pandemi virus korona di Jatim berimbas pada berbagai sektor. Tak terkecuali sektor tenaga kerja. Kini jumlah penduduk usia kerja yang sebelumnya terdampak pandemi Covid-19 di Jatim mulai berkurang.

Penurunan itu tercatat dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim. Per Agustus tahun ini, jumlah usia kerja yang terdampak Covid-19 mencapai 3,36 juta orang.

Jumlah tersebut sudah membaik dibandingkan bulan yang sama pada 2020. Saat itu, usia kerja yang terdampak Covid-19 mencapai 4,22 juta orang. ”Artinya, ada penurunan usia kerja terdampak pandemi sebesar 873 ribu orang jika dibandingkan tahun lalu,” ucap Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan.

Dalam memetakan usia kerja terdampak Covid-19, BPS membuat empat komponen. Yakni, pengangguran karena Covid-19, bukan angkatan kerja karena Covid-19, sementara tidak bekerja karena Covid-19, dan pengurangan jam kerja karena Covid-19.

Dari empat komponen itu, semuanya mengalami penurunan pada tahun ini. Yang paling banyak berkurang adalah pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena pandemi Covid-19. Pada 2020, jumlahnya mencapai 3,5 juta orang. Saat ini ini jumlahnya turun menjadi 2,4 juta orang.

Sementara itu, Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Sunarya mengatakan, mulai turunnya dampak Covid-19 bagi peluang pekerjaan itu menjadi salah satu pertanda positif. Geliat ekonomi di Jatim mulai tumbuh berbarengan dengan menurunnya persebaran Covid-19. ”Banyak tempat usaha yang kini mulai buka dan tentu saja menyerap tenaga kerja,” ucapnya kemarin.

Misalnya, sektor wisata dan perhotelan yang sebelumnya mati suri dan tutup kini mulai buka kembali. Destinasi wisata yang mulai beroperasi lagi juga membuat lapangan pekerjaan kembali terbuka.

Meski demikian, hingga kini jumlah pengangguran masih cukup banyak. Karena itu, Disnakertrans Jatim menyiapkan sejumlah program. Salah satunya kembali membuka job fair di lima balai latihan kerja (BLK) yang tersebar di lima wilayah Jatim.

Yang sudah terlaksana adalah di BLK Pasuruan. Jumlah peluang mencapai dua ribu lowongan pekerjaan. ”Empat job fair lainnya dibuka dalam waktu dekat hingga akhir tahun ini,” jelasnya.

Selain itu, pelatihan dan peluang kerja di sektor luar negeri juga ditawarkan oleh Disnakertrans Jatim. Mereka yang punya skill dan siap berkompetisi bisa ikut program SSW di Jepang. ”Selama lima tahun, dibuka lowongan sebanyak 340 ribu yang tersebar di 14 sektor pekerjaan,” katanya.

DAMPAK COVID-19 TERHADAP TENAGA KERJA DI JATIM

Pengangguran karena Covid-19:

Agustus 2020: 318 ribu

Agustus 2021: 248 ribu

Sementara tidak bekerja karena Covid-19:

Agustus 2020: 252 ribu

Agustus 2021: 240 ribu

Pengurangan jam kerja karena Covid-19:

Agustus 2020: 4,2 juta

Agustus 2021: 3,3 juta

Sumber: Keadaan Ketenagakerjaan Jatim Agustus 2021

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c6/ris

Saksikan video menarik berikut ini: