alexametrics

Bocah 4 Tahun di Surabaya Tewas Dibekap Ibunya karena BAB di Celana

10 November 2021, 19:15:23 WIB

JawaPos.com–Seorang balita di Surabaya tewas usai dianiaya sang ibu. MTP, 4, meninggal dalam kondisi lebam-lebam.

Kepada Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana, tersangka AS, 24, mengaku membunuh putra semata wayangnya karena kesal. Kekesalan AS karena MTP yang sering buang air besar di celana.

”AS yang tinggal di Jalan Sidoapasan 1, Kecamatan Simokerto itu menganiaya anaknya,” terang Mirzal.

Dia menjelaskan, kejadian itu diketahui bermula ketika seorang saksi melihat pelaku tengah membekap korban menggunakan bantal. Mengetahui hal tersebut, saksi mendatangi sang anak dan melihatnya sudah tidak sadarkan diri.

”Pada Selasa (9/11) sekitar jam 17.30 WIB, diketahui korban meninggal dalam keadaan tidak wajar,” kata Mirzal, Rabu (10/11).

Saksi memastikan kondisi MTP. Setelah mengetahui korban tidak bernapas, saksi langsung melaporkan kepada kepolisian. Ketika polisi datang, tersangka AS tidak berupaya kabur.

”Unit Jatanras dan Polsek Simokerto mengamankan satu orang tersangka penganiayaan terhadap anak,” jelas Mirzal.

Pada saat yang bersamaan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Soetomo untuk otopsi. Hasilnya, terdapat bukti penganiayaan di tubuh balita yang baru saja berulang tahun tersebut.
”Didapatkan fakta bahwa korban meninggal tidak wajar terdapat tanda kekerasan fisik dengan benda tumpul terhadap tubuh korban,” ucap Mirzal.

Mirzal mengungkapkan, pada saat itu juga pihaknya melakukan intergasi kepada keluarga. Berdasar hasil tersebut, AS akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

”Tim gabungan melakukan interogasi terhadap saksi-saksi hingga akhirnya mengamankan ibu korban yang diduga sebagai pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak. Motif tersangka melakukan tindakan penganiayaan terhadap anaknya itu, diduga karena rasa emosi dan kesal yang tidak terkontrol karena korban susah diberi tahu sering buang air besar di celana,” ujar Mirzal.

Atas tindakanya itu, pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads