alexametrics

Hasil Survei, 20 Persen Warga Jatim Tak Mau Divaksin

10 Oktober 2021, 12:21:03 WIB

JawaPos.com – Sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya vaksinasi perlu lebih digencarkan di Jawa Timur. Sebab, berdasar hasil survei The Republic Institute, masih ada 20,4 persen warga Jatim yang tak mau divaksin.

Direktur The Republic Institute Sufyanto menjelaskan, penelitian perilaku memilih (voting behavior) terhadap masyarakat Jatim tersebut dilakukan pada 1–13 September 2021. Teknik pengambilan sampel adalah multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.225 responden yang tersebar di 38 kabupaten-kota. ’’Margin of error sebesar 2,8 persen,’’ jelas dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu.

Dia menjelaskan, berdasar hasil survei, yang menyatakan sudah divaksin 47,6 persen. Lalu, yang belum tapi bersedia divaksin 27,9 persen. Disusul yang tidak mau divaksin sebanyak 20,4 persen. Yang menjawab tidak tahu 4,2 persen. Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, mayoritas yang bersedia divaksin adalah lulusan perguruan tinggi.

Sufyanto menjelaskan, responden yang menolak divaksin menyebutkan sejumlah alasan. Mayoritas merasa takut pada dampak setelah menerima vaksin. “Misalnya, karena setelah disuntik vaksin, ada yang demam, mual, dan pusing,” katanya.

Selain itu, ada yang menolak vaksin karena isu-isu politik. Karena itu, menurut dia, sosialisasi dan edukasi tentang vaksinasi perlu lebih digiatkan. Sebab, masih ada masyarakat Jatim yang belum mendapat akses memadai tentang pentingnya vaksinasi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/c6/oni




Close Ads