alexametrics
APBD Surabaya 2020 Batal Tembus Rp 10 Triliun

APBD Surabaya 2020 Batal Tembus Rp 10 Triliun

Dana Bagi Hasil Pajak dari Pusat Berkurang
10 Oktober 2019, 15:48:05 WIB

JawaPos.com – Pemkot berpeluang menjadi kota pertama yang anggaran belanjanya tembus Rp 10 triliun. Namun, hal itu tampaknya tidak bisa digapai pada APBD 2020. Sebab, pemkot hanya memproyeksikan anggaran Rp 9,7 triliun.

Badan anggaran sangat menginginkan APBD tahun depan bisa dua digit. Namun, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2020, pemkot belum memberikan kepastian apakah target itu bisa dinaikkan sesuai keinginan dewan atau tidak.

Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem Herlina Harsono Njoto berharap pemkot mengubah target tersebut. Sebab, jika dibandingkan dengan APBD Perubahan 2019, nilainya turun. ”Di APBD perubahan saja sudah Rp 9,9 triliun. Agak aneh kalau justru turun,” kata dia.

Dalam rapat, tim anggaran pemkot justru menerangkan bahwa target APBD 2020 naik. Alasannya, yang dibandingkan adalah APBD 2019 murni yang nilainya hanya Rp 9,5 triliun. Sudut pandang itulah yang mengakibatkan sikap banggar dan pemkot berbeda.

Sebenarnya banggar mengharapkan APBD bisa tembus Rp 10 triliun pada pembahasan perubahan APBD 2019. Namun, saat itu anggaran tak memungkinkan untuk ditambah lagi sehingga mentok di angka Rp 9,9 triliun.

Ketua Komisi B Luthfiyah juga mengharapkan APBD bisa tembus Rp 10 triliun tahun depan. Karena itu, dia mengundang seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) untuk rapat bersama. ”Ayo sama-sama bantu pemkot capai APBD 2 digit itu. Seharusnya perusahaan pemkot ikut menyumbang banyak pendapatan,” katanya.

Dalam rapat itu, BUMD yang bisa diandalkan cuma PDAM. Setiap tahun PDAM menyumbang dividen Rp 125 miliar ke pemkot. Beberapa BUMD lain hanya menyumbang ratusan juta. Bahkan, PD Pasar Surya masih merugi.

Luthfiyah akan memanggil lagi BUMD tersebut satu per satu. Komisi yang baru terbentuk bulan lalu itu berencana mengupas apa saja yang menjadi permasalahan perusahaan sehingga untungnya tak bisa bombastis.

Selama ini pendapatan utama pemkot didominasi dari pajak daerah. Terutama pajak bumi dan bangunan (PBB) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Sekretaris Daerah Surabaya Hendro Gunawan menjelaskan, penurunan terjadi karena anggaran bagi hasil pajak dari pemerintah pusat berkurang. Jika pendapatan yang diperoleh tidak sesuai perhitungan, pemkot tidak mungkin menargetkan anggaran belanja yang berlebihan. ”Kita semakin tahun bukan semakin bertambah, malah semakin berkurang,” ujarnya kemarin.

Meski begitu, APBD 2020 bisa diubah. Masih ada tahapan panjang setelah KUA-PPAS disepakati bersama. Anggaran bakal dibahas di badan anggaran dan komisi-komisi. Akan ada pencoretan dan penambahan anggaran. Jika dalam prosesnya DPRD bisa meyakinkan pemkot untuk menambah anggaran belanja, bukan tidak mungkin target APBD bisa tembus Rp 10 triliun

Proyek – Proyek yang Digarap 2020

1. Pengembangan fasilitas olahraga Gelora Bung Tomo

2. Proyek kelanjutan lapangan tembak dan velodrome di Tambak Wedi

3. Jembatan Joyoboyo

4. Jembatan Gadjah Mada

5. Penyambungan jalan lingkar luar timur dan barat

6. Pembangunan fasilitas kesehatan nuklir di Rumah Sakit BDH

7. Melanjutkan proyek basement dan Alun-Alun Suroboyo

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/c7/ano



Close Ads