alexametrics

Sembunyikan 11,5 Kg Sabu-Sabu di Kaleng Cat

10 Juli 2019, 15:15:02 WIB

JawaPos.com – Penyelundupan 11,5 kilogram sabu-sabu yang disamarkan di dalam 10 kaleng cat melibatkan bandar kakap jaringan internasional. Polda Jatim memburu bandar yang mengendalikan Pieter Kristanto, kurir, meski dia telah tewas.

Pieter ditangkap di daerah Perum Permata Taman Palem Blok A5/16, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Saat perjalanan ke Mapolda Jatim, tersangka berusaha kabur. ”Pelaku tewas. Sebabnya, dia sempat melarikan diri dan mati tertabrak truk pembawa daging di tol Tambun, Bekasi,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat menunjukkan barang bukti di Mapolda Jatim kemarin (9/7).

Menurut jenderal dengan dua bintang itu, barang dikemas cukup rapi. Bungkusan sabu-sabu dibenamkan ke dalam cairan cat. Narkoba tersebut rencananya dikirim ke Madura. ”Kami telah mengidentifikasi salah satu tempat. Mudah-mudahan bisa terungkap dan tertangkap pelaku lainnya,” tambahnya.

Luki menyebut, barang haram tersebut berasal dari Myanmar yang dikirim ke Indonesia dengan transit di Malaysia Nah, dari Malaysia, sabu-sabu itu dikirim melalui kargo jalur laut menuju Pontianak hingga sampai Jakarta. ”Kami tangkap berdasar pengembangan hasil penangkapan Yoyok Prasetyo, kurir sabu-sabu 5 kilogram yang ditembak mati di Gresik Maret lalu,” ujar Luki.

Polisi nomor satu di Jawa Timur itu menambahkan, Pieter bukanlah kurir biasa. Dia merupakan orang kepercayaan bandar sabu-sabu internasional. Pieter-lah yang mengatur skema pemberangkatan hingga proses pengambilan dan pengantaran. ”Orang ini adalah sindikat yang sedang kami kejar. Karena dia juga yang mengendalikan kurir sabu WNA yang ditangkap Bea Cukai Juanda Oktober 2018,” katanya. Dari jaringan tersebut, polisi mengurai jaringan satu per satu. Mulai jalur udara, darat, hingga pengiriman melalui sistem paket kargo.

Sementara itu, Direktur Resnarkoba Polda Jatim Kombespol Sentosa Ginting Manik mengungkapkan, barang tersebut sudah terbungkus kaleng cat mulai dari Malaysia. Cat itu merupakan pabrikan Singapura. Satu kilogramnya seharga Rp 1,2 miliar. Dengan demikian, total nilai sabu-sabu tersebut belasan miliar rupiah. ”Ini cukup banyak. Kami duga jaringan ini dikendalikan dari beberapa tempat. Termasuk Madura,” ujarnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c17/eko


Close Ads