alexametrics

Disperindag Sidoarjo Rencanakan Buka-Tutup Pasar yang Berdekatan

10 Mei 2020, 19:19:13 WIB

JawaPos.com – Disperindag Sidoarjo belum memutuskan penutupan pasar-pasar. Beberapa pedagang memang telah dinyatakan reaktif positif seusai menjalani rapid test. Disperindag masih menunggu hasil tes swab.

”Kalau dinyatakan positif atau negatif, kita baru mengambil langkah,” kata Kepala Disperindag Sidoarjo M. Tjarda kemarin (9/5).

Meski demikian, lanjut Tjarda, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah. Antara lain, merancang buka-tutup pasar. Jadi, tempat transaksi kebutuhan sehari-hari tersebut tidak dibuka setiap hari. Bisa sehari buka, sehari tutup. ”Ilustrasinya, Pasar Porong dekat dengan Pasar Larangan. Nah, jika yang Porong tutup, yang Larangan harus buka,” paparnya. Begitu sebaliknya, jika Pasar Porong buka, Pasar Larangan tutup.

Pada Jumat (8/5) sekitar 100 pedagang Pasar Porong menjalani rapid test. Hasilnya, dua orang reaktif positif. Sehari sebelumya atau Kamis (7/5), sebanyak 79 pedagang Pasar Larangan juga dites. Empat orang di antaranya reaktif positif.

Kemarin dua pasar itu masih beroperasi seperti biasa. ’’Semoga tes swab negatif karena harapannya dua pasar itu tetap beroperasi. Sebab, ekonomi masyarakat berputar banyak di sana,” papar Tjarda.

Dia juga menerima banyak keluhan dari pedagang. Ada penurunan pengunjung secara signifikan yang berdampak pada anjloknya omzet sampai 70 persen. Karena itu, disperindag tidak memberikan pembatasan jumlah pengunjung. ’’Hanya pembatasan jam operasional pasar,” ucapnya.

Ketua DPRD Usman sampai saat ini juga masih menunggu hasil swab dua anggota yang reaktif positif setelah di-rapid test. Namun, Usman menyebut Senin (11/5) seluruh anggota dewan akan mengikuti rapid test tahap kedua. ”Karena ada anggota yang kontak dengan anggota reaktif saat rapat, untuk memastikannya kita rapid test lagi,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, polresta kini membuka posko aduan warga. Terutama bagi mereka yang terdampak Covid-19, tapi belum mendapatkan bantuan. ’’Seluruh keluhan ditampung. Selanjutnya, langsung dibantu,” tegasnya.

Menurut Sumardji, saat ini sudah ada beberapa warga yang mengadu. Setelah mendapatkan keluhan, pihaknya segera meminta Kapolsek untuk turun.

Bukan hanya warga yang kesulitan mencari uang, ada juga pekerja pabrik yang tidak lagi mendapatkan penghasilan karena dirumahkan. Sebelum memberikan bantuan, polresta akan melakukan verifikasi. Apakah yang bersangkutan sudah mendapatkan bantuan atau belum. Selain itu, kondisi rumah dipelototi. ’’Tujuannya, bantuan tepat sasaran,’’ tutur pria asal Nganjuk tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : uzi/aph/c7/dio

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads