Warga Gresik Waspada, Januari Ini Titik Kritis Lonjakan Demam Berdarah

10 Januari 2022, 10:07:00 WIB

JawaPos.com- Memasuki Januari, masyarakat diminta lebih waspada terhadap ancaman nyamuk Aedes aegypti. Menurut data dinas kesehatan (dinkes), Januari menjadi titik potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD).

Sebagaimana pada 2019, data Dinkes Pemkab Gresik, Januari terdapat 120 pasien dirawat dengan satu kasus meninggal dunia. Saat itu, ruang rawat inap membeludak saking banyaknya pasien.

Kepala Dinkes Pemkab Gresik Mukhibatul Khusna menyampaikan, pada tutup tahun 2021 juga ada tambahan kasus DBD yang cukup signifikan. Hingga minggu kedua Desember, jumlah kasus pada bulan itu baru satu kasus. Namun, berdasar hasil rekapitulasi pada Desember, total terdapat 11 kasus.

Tidak berhenti di situ saja, pada awal Januari 2022, dinkes telah mencatat ada dua kasus baru DBD. Pihaknya mengakui bahwa Januari menjadi bulan rawan kasus DBD meningkat. Hal itu tercatat dalam data dinkes sejak 2017.

Untuk mencegah agar DBD tidak memunculkan banyak kasus, pihaknya sudah menginstruksi seluruh puskesmas agar proaktif turun ke lapangan. Yakni, tidak hanya mengajak masyarakat untuk mengecek genangan air, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan sehat.

Husna, sapaan karib Mukhibatul Khusna, berharap masyarakat lebih peka terhadap gejala DBD. Terutama demam tinggi. ’’Sebaiknya, ketika demam, pasien langsung dibawa ke puskesmas. Jangan sampai telat periksa,” ujar dokter mantan kepala Puskesmas Gending itu.

Memang, DBD memiliki tiga fase. Yakni, fase awal, kritis, dan penyembuhan. Namun, sering kali masyarakat salah menganggap bahwa demam turun adalah proses penyembuhan.

Husna menyebutkan, pada fase kritis itu, demam akan turun ke suhu normal. Saat suhu tubuh turun, justru pembuluh darah mengalami kebocoran dengan efek munculnya tanda-tanda perdarahan pada kulit dan organ lainnya.

Jika dilihat dari data sejak 2017, ada lima kasus meninggal karena DBD. Sebab, pasien terlambat berobat. Pada saat fase kritis itu, pasien akan kehilangan cairan meski sudah banyak minum ataupun diinfus. Jika berlanjut, itu akan mengakibatkan kegagalan organ yang berujung kematian.

’’Tidak perlu khawatir untuk periksa jika demam. Harus dicek trombositnya dan apakah ada kenaikan PVC 20 persen. Yang penting, tidak perlu panik karena faskes sudah siap menangani dan jangan terlambat periksa,’’ katanya.

DBD DI GRESIK DARI TAHUN KE TAHUN

2017

  • Penderita: 212
  • Meninggal: 1

2018

  • Penderita: 205
  • Meninggal: 1

2019

  • Penderita: 441
  • Meninggal: 2

2020

  • Penderita: 84
  • Meninggal: 1

2021

  • Penderita: 188
  • Meninggal: –

2022

  • Penderita: 2 (minggu pertama Januari)

Sumber: Dinas Kesehatan Gresik

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son/c12/diq

Saksikan video menarik berikut ini: