Bila Ada Siswa Positif Covid-19, Sekolah Langsung Ditutup

PTM 100 Persen Dimulai Hari Ini
10 Januari 2022, 11:25:18 WIB

JawaPos.com–Masa pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen dimulai hari ini, Senin (10/1). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran DPRD Kita Surabaya meninjau ke beberapa sekolah.

Sekolah pertama yang didatangi adalah SMPN 19 Surabaya. Di sana, Eri melihat kesiapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi siswa.

Sekolah berikutnya adalah SD Muhammadiyah 4. Eri menyapa siswa yang mengikuti pembelajaran shift pertama. Shift 1 berlangsung selama 2 jam.

Usai meninjau, Eri menegaskan, PTM 100 persen dijalankan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Dalam SKB 4 Menteri, salah satu poin yang ditegaskan Eri adalah memberikan keamanan bagi siswa.

”Alhamdulillah persyaratan dari SKB 4 Menteri seperti jarak 1 meter diterapkan. Kemudian penggunaan aplikasi PeduliLindungi, kita pastikan tatap muka memberi keamanan dan rasa nyaman,” kata Eri saat meninjau.

Politikus PDI Perjuangan itu kemudian mengunjungi SMP Muhammadiyah 5 dan SDN Kaliasin 1 Surabaya. Eri mengaku senang dengan penerapan prokes di sekolah.

Ditanya kemungkinan bila ada siswa yg terpapar, apakah sekolah langsung ditutup? Eri menegaskan aturan itu berlaku per hari ini (10/1).

”Iya. Dalam SKB 4 Menteri jelas. Ditutup 14 hari. Tahapnya begitu untuk keamanan. Berhenti dulu 14 hari,” tegas Eri.

Untuk itu, lanjut Eri, dia meminta kepala dinas pendidikan untuk membuat sistem yang memberikan rasa aman. Misalnya, dengan menerapkan sistem shift.

”Hari ini (10/1) ada 2 shift. Kalau SD 2 jam, SMP 3 jam sambil kita uji coba dulu. Nggak bisa langsung semua diterapkan,” jelas Eri.

Sebab, Eri menambahkan, syarat SKB 4 Menteri berbunyi antarsiswa wajib berjarak 1 meter. Otomatis dalam kelas bila semua siswa masuk, jaraknya tidak banyak.

”Selisihnya cuma 50 cm jadi kalau 1 meter ada 2 shift. Kami berikan pengertian ke orang tua,” ujar Eri.

Hal lain yang diterapkan adalah izin orang tua. Sebab meski di SKB 4 Menteri tidak ada aturan pemberian persetujuan wali murid, Pemkot Surabaya tetap menerapkan izin orang tua sebagai salah satu syarat PTM.

”Jadi ya tetap. ada persetujuan wali murid. Kami sepakati dengan kadispendik dan DPRD, setelah ini bila berjalan bagus, apa ini masuk semua (dalam satu shift) wajib atau bagaimana. Soalnya supaya sekolah ini bisa masuk, kita harus koordinasi,” terang Eri.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads