3.607 Sekolah di Surabaya Mulai PTM 100 Persen Hari Ini

10 Januari 2022, 11:26:30 WIB

JawaPos.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya membuka keran pembelajaran tatap muka (PTM) lebih lebar. Mulai hari ini (10/1), kuota sekolah dimaksimalkan menjadi 100 persen. Kebijakan itu kali pertama diberlakukan sejak pandemi melanda. PTM dengan kuota penuh diterapkan secara bertahap. Mekanismenya, hari ini sampai sepekan ke depan siswa yang mengikuti PTM dibagi menjadi dua sif.

Namun, mereka bersekolah pada hari yang sama. Yaitu, masing-masing 50 persen. Nah, jika hasil evaluasi menunjukkan PTM berjalan baik, baru pekan berikutnya siswa diizinkan masuk 100 persen sekaligus tanpa sif.

Kadispendik Surabaya Yusuf Masruh memastikan semua satuan pendidikan sudah siap mengikuti PTM 100 persen. Jumlahnya mencapai 3.607 lembaga. Perinciannya terdiri atas 2.648 PAUD-TK, 634 SD negeri/swasta, dan 325 jenjang SMP negeri/swasta. Semua lembaga sudah melalui asesmen Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya. ”Semua sudah siap (PTM 100 persen, Red),’’ kata Yusuf Masruh Minggu (9/1).

Dia menjelaskan, surat pemberitahuan terkait pelaksanaan PTM 100 persen sudah disampaikan ke semua lembaga. Hal itu diikuti dengan berbagai persiapan yang dilakukan sekolah. Terutama koordinasi dengan lembaga terkait. Misalnya, puskesmas, Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, hingga pihak kecamatan dan kelurahan. ”Koordinasi ini mutlak untuk antisipasi berbagai kejadian selama PTM di sekolah,’’ imbuh Yusuf.

Kelengkapan sarana-prasarana untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan juga terus ditekankan. Mulai sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, pembentukan satgas internal, ruangan khusus tempat siswa menunggu jemputan, hingga pemasangan aplikasi PeduliLindungi. ”Prinsipnya, semua sarana dasar sudah dilengkapi sekolah,’’ papar Yusuf.

Koordinator MKKS SMP Negeri Surabaya Effendi Rantau mengatakan, pihaknya siap menjalankan keputusan dispendik untuk menggelar PTM 100 persen mulai hari ini. Apalagi, jelas dia, sekolah-sekolah sudah melakukan berbagai persiapan. Khususnya terkait dengan protokol kesehatan.

Selain sarana-prasarana penunjang prokes, warga sekolah juga siap menempuh PTM normal. Sejauh ini, papar dia, hampir semua guru dan tenaga kependidikan di Surabaya sudah divaksin dosis lengkap. Yaitu, dosis pertama dan dosis kedua. Sebab, itu menjadi syarat mutlak pelaksanaan PTM kuota penuh. ”Jika belum divaksin, mereka tidak boleh datang ke sekolah,’’ ujar Effendi.

Berbeda halnya dengan siswa. Vaksinasi siswa tidak menjadi syarat pelaksanaan PTM 100 persen. Meski ada anak yang belum diimunisasi, tidak ada masalah bagi mereka untuk mengikuti sekolah tatap muka. Asalkan siswa diizinkan oleh orang tuanya. Selama PTM, mereka juga wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Terutama mengenakan masker secara terus-menerus dan tidak berkerumun.

Menurut Effendi, para guru bahkan menyambut gembira pelaksanaan PTM 100 persen. Mereka bisa fokus mengajar di dalam kelas tanpa dibebani pembelajaran secara hybrid. Meski begitu, pihaknya harus bekerja keras memastikan prokes berjalan dengan disiplin untuk mencegah potensi penularan Covid-19. Satgas internal yang dibentuk sekolah juga harus lebih teliti dan jeli mengawasi prokes. ”Sebab, saat ini siswa yang harus diawasi kan lebih banyak. Tapi, kami malah senang 100 persen,’’ imbuh kepala SMPN 30 Surabaya itu.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poernomo Slamet meminta sekolah untuk tidak euforia. Meski PTM normal diberlakukan, protokol kesehatan tidak boleh kendur. Dia menyarankan agar para siswa juga dilibatkan sebagai satgas internal sekolah.

SURABAYA PTM 100 PERSEN HARI INI

Total 3.607 lembaga yang menggelar PTM 100 persen.

Terdiri atas:

* 2.648 PAUD-TK

* 634 SD negeri/swasta

* 325 SMP negeri/swasta

Cakupan vaksinasi terbilang sudah tinggi

Lansia

Dosis 1: 100,53 persen

Dosis 2: 91,19 persen

Tenaga Pendidik

Dosis 1: 96,46 persen

Dosis 2: 81,79 persen

Pelajar Usia 7–12 Tahun

Dosis 1: 92,27 persen

Dosis 2: 93,13 persen

Anak-Anak Usia 6–11 Tahun

Dosis 1: 60,25 persen

Sumber: Dispendik Surabaya dan Dinkes Surabaya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads