alexametrics

Mau Dikirim ke Singapura, Singgah di Duduksampeyan, Digerebek Polisi

Tujuh Wanita Calon PMI Berhasil Digagalkan
9 Desember 2021, 05:21:05 WIB

JawaPos.com- Rumah tingkat di Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, itu sepintas sepi. Tak ada yang mengira kalau rumah itu tempat singgah untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Sebelum mereka dikirim ke sejumlah negara seperti Hongkong dan Singapura.

Warga baru mengetahui setelah polisi menggerebek rumah bercat merah muda tersebut. Yang mengagetkan lagi, rencana orang yang akan dikirim sebagai PMI itu adalah wanita-wanita muda. Usianya antara 35-26 tahun. Sebagian besar mereka dari luar Jawa Timur.

Dari penggerebekan pada Rabu (8/12) itu, jajaran Satreskrim Polres Gresik mengamankan tujuh perempuan. Termasuk Mei Indriyani, asal Jember, yang diduga sebagai aktor di balik rencana keberangkatan PMI gelap tersebut.

‘’Dari informasi yang kami, rencananya akan diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri,’’ kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro.

Setelah menggali informasi lebih jauh, tujuh perempuan itu mengaku bakal diberangkatkan sebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Yakni, PT Satria Parangtritis beralamat di Jalan Raya Jati Makmur Celepuk Kota Bekasi, Jawa Barat.

Rencananya, lanjut Wahyu, wanita-wanita itu akan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga di Singapura dan Hongkong. ‘’Mereka diminta membayar masing-masing sebesar Rp 36 juta oleh pihak penyalur yang mengatasnamakan PT Satria Parangtritis,’’ kata alumnus Akpol 2015 itu.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : yog




Close Ads