alexametrics

Terkait Jam Parkir Tunjungan, Pemilik Usaha Minta Aturan Direvisi

9 November 2021, 12:48:59 WIB

JawaPos.com – Pengaturan jam parkir di Jalan Tunjungan mulai memicu penolakan. Sejumlah pemilik usaha tidak sepakat dengan regulasi anyar tersebut. Mereka menilai bahwa aturan itu tidak tepat lantaran mengakibatkan anjloknya pemasukan pedagang.

Fahad Umar, salah satunya. Menurut dia, kebijakan tersebut tidak masuk akal. Seharusnya, sebelum aturan berlaku, pemkot perlu melakukan telaah. Melihat dari dekat kondisi di lapangan. ”Pada pukul 16.00–23.00, orang ingin makan dan minum. Jelas mereka ingin parkir yang dekat,” katanya.

Alhasil, jumlah pengunjung berkurang drastis. Warga enggan makan dan minum di Jalan Tunjungan. Fahad menyatakan bahwa pendapatan hariannya turun drastis. ”Persentase pengurangan itu hingga 80 persen,” jelasnya.

Wajar jika Fahad mengeluh. Sebab, sejak penerapan PPKM level 1, pengusaha kembali mendapatkan angin segar. Pemkot memberikan kelonggaran. Jam makan dan minum di kafe dan restoran ditambah. Diharapkan, ekonomi kembali bangkit. Namun, tiba-tiba ada pengaturan jam parkir.

Fahad berharap pemkot mendengar keluhan pengusaha. Dia mengusulkan kebijakan pengaturan jam parkir direvisi. Saat hari biasa, larangan parkir dimulai pukul 16.00–19.00. Selebihnya, kendaraan bebas parkir. ”Sabtu dan Minggu pengaturan parkir ditiadakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Baktiono mendesak pemkot untuk mencabut pengaturan jam parkir tersebut. Sebab, regulasi itu dinilai memberatkan pengusaha. ”Pendapatan mereka malah turun,” jelasnya.

Memang pemkot sudah menyediakan sembilan titik parkir baru. Lokasinya di hotel sekitar Jalan Tunjungan dan Siola. Namun, Baktiono menilai bahwa kantong parkir itu belum ideal. ”Dalam waktu dekat, kami panggil dinas terkait,” tegasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c14/aph

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads