alexametrics

Area Balai Pemuda Surabaya Akan Dihidupkan untuk Seniman

9 November 2021, 20:26:11 WIB

JawaPos.com–Area Balai Pemuda Kota Surabaya akan kembali dihidupkan untuk pegiat seni dan budaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berjanji selama sisa tahun ini, Pemkot Surabaya akan menyiapkan beberapa event lain yang bertujuan untuk menggerakkan perekonomian khususnya bagi pelaku seni dan budaya.

”Insya Allah nanti kita tata di Balai Pemuda yang jumlah penontonnya kita batasi yang masuk. Jadi ini adalah awal mulai pergerakan seni. Sambil nanti berjalan dengan Jalan Tunjungan, yang di sana juga akan ada seni-seni juga, termasuk UMKM di sana,” ungkap Eri pada Selasa (9/11).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya itu menyatakan, pasca melandainya kasus Covid-19, sudah waktunya seluruh sektor ekonomi digerakkan. ”Inilah perkembangan yang kita lakukan. Jadi ini menunjukkan sekarang bahwa setelah pandemi, ekonomi yang harus kita gerakkan,” ujar Eri.

Salah satu event yang telah digelar adalah pergelaran Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih Gayatri Rajapatni, Senin (8/11) malam. Pergelaran seni dan budaya yang berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya itu merupakan rangkaian dari Surabaya Art & Culture Festival (SACF) 2021.

Pergelaran itu disiarkan langsung secara virtual atau live Instagram dan streaming Youtube. Pertunjukan ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, Hari Wayang Dunia, dan Pekan Budaya Nasional.

Dalam pertunjukan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memainkan peran sebagai Mahapatih Gajah Mada, lengkap dengan memakai busana ala kerajaan. Sedangkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji sebagai pemuda nusantara yang membacakan teks Sumpah Pemuda dengan memakai pakaian khas Cak Suroboyo. Kemudian, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono sebagai Prapanca, yang bertugas membacakan prolog atau alur cerita.

Ada juga Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo yang memainkan peran sebagai Cak Mandala, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Ahmad Yusep Gunawan sebagai Cak Slamet dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto berperan sebagai Cak Sugeng. Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Anton Delianto sebagai Cak Untung, dan Kajari Tanjung Perak I Ketut Kasna Dedi sebagai Cak Bejo.

Melalui Surabaya Art & Culture Festival (SACF) 2021 tersebut, Wali Kota Eri mengaku ingin menggerakkan sektor ekonomi di bidang seni dan budaya. Hal itu seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Surabaya. ”Jadi seni yang selama pandemi tidak bisa bergerak, hari ini kita coba gerakkan,” ujar Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menyampaikan, Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih Gayatri Rajapatni merupakan rangkaian dari Surabaya Art & Culture Festival (SACF) 2021. Pergelaran itu sebelumnya diawali dengan pemutaran film Arek Suroboyo pada waktu refleksi perobekan Bendera Merah Putih Biru.

”Dan di antaranya itu setiap minggu kita ada tampilan 2–3 kali melalui streaming seluruh aktivitas kesenian. Mulai dari musik, tari, ludruk, hingga jaranan,” kata Antiek.

Dia mengaku, ada beberapa pergelaran besar yang menjadi event kolosal. Seperti sebelumnya pertunjukan Resolusi Jihad pada 22 Oktober. Antiek menyatakan ke depan tentu masih ada beberapa event menarik yang patut untuk disaksikan.

”Jadi nanti masih ada event yang lain sampai Desember. Jadi masih ada tayangan-tayangan yang akan menghadirkan bintang-bintang tamu yang akan menjadi kejutan siapa berikut-berikutnya,” ujar Antiek.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads