alexametrics

Risma Menangis Lihat Fasilitas Publik Dirusak Massa Aksi

9 Oktober 2020, 05:52:12 WIB

JawaPos.com­–Kericuhan yang terjadi saat demonstrasi penolakan omnibus law turut merusak beberapa fasilitas publik di Surabaya. Berdasar pantauan  pada Kamis (8/10) malam, beberapa fasilitas publik di berbagai jalan rusak parah. Beberapa di antaranya ada di kawasan simpang empat Jalan Pemuda, Yos Sudarso, Panglima Sudirman, dan Jalan Gubernur Suryo.

Kerusakan fasilitas publik itu membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menangis di hadapan demonstran yang diamankan aparat kepolisian. Mengenakan helm dan jaket hitam, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini tampak menahan amarahnya kepada beberapa demonstran dari luar kota.

”Itu semua tak bangun (saya bangun) dari nol kenapa kamu rusak? Ini lho sampai tanganku patah!” ujar Risma di hadapan demonstran yang hanya bisa tertunduk.

Berkali-kali Risma bertanya dari mana asal mereka. Tidak hanya itu, sambil menahan tangis Risma meminta menjelaskan alasan ikut demonstrasi. ”Kok tega sekali kamu? Aku melakukan ini buat wargaku. Buat bela wargaku. Rumahmu di mana, Madiun?” Tanyanya pada demonstran yang memilih bungkam.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, beberapa fasilitas publik di Surabaya rusak akibat demonstrasi yang berlangsung sejak pagi (8/10). Dia menyayangkan aksi yang harusnya berjalan damai tanpa kericuhan.

”Fasilitas publik dirusak dan dibakar. Ini aset publik dibangun untuk masyarakat. Boleh menyuarakan pendapat tapi jaga aset publik. Untuk membangun semua itu tidak mudah,” kata Febri.

Dari pantauan, massa aksi yang melakukan demonstrasi di dekat Gedung Negara Grahadi memadati Taman Apsari. Otomatis, beberapa fasilitas publik seperti tempat sampah, tanaman, maupun pot bunga di jalan sekitar kawasan Balai Pemuda rusak. Tidak hanya itu, sejumlah pengunjuk rasa mencabut tempat sampah yang terbuat dari seng dan kayu di trotoar jalan. Bahkan mereka membakarnya di sekitar air mancur kawasan simpang empat Jalan Pemuda.

Febri menambahkan, saat ini petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya masih mendata fasilitas publik yang rusak tersebut. ”Akan diinventarisir berapa kerugian dari kerusakan fasilitas publik tersebut,” ujar Febriadhitya Prajatara.

Selain merusak fasilitas publik, demonstran juga sempat bertindak ricuh. Pada pukul 16.00 demonstran merangsek maju melewati pembatas bahkan merobohkan gerbang Gedung Negara Grahadi. Aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika



Close Ads