alexametrics

Warga Wonokromo Punya Eigendom, Tolak bila Hanya Ganti Rugi Bangunan

9 Oktober 2019, 18:33:31 WIB

JawaPos.com – Warga Jalan Wonokromo tidak menolak rencana pemkot menggunakan sebagian rumah mereka untuk frontage road (FR) Wonokromo. Mereka hanya minta ganti rugi yang pantas. Bukan hanya ganti rugi bangunan.

Misalnya, yang disampaikan Muhammad. Lelaki 37 tahun itu termasuk warga yang rumahnya terdampak tambahan pelebaran FR Wonokromo. Namun, hingga kemarin dia belum mendapatkan kepastian perihal berapa lahan yang dibutuhkan untuk pelebaran jalan. ”Katanya 5 meter. Tapi, ada lagi yang bilang 3 meter. Yang benar mana?” ucapnya saat ditemui Jawa Pos kemarin (8/10).

Dia juga jengkel dengan sikap Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang asal klaim mengenai status rumahnya. Rumah berukuran 6 x 6,5 meter itu memiliki bukti kepemilikan. Berupa eigendom verponding yang diterbitkan puluhan tahun lalu. Dia menolak klaim PDPS yang menyebut lahan rumahnya merupakan bagian dari Pasar Wonokromo.”Saya lahir tahun ’82 di sini. Rumah ini juga bukan stan pasar. Orang tua saya tinggal di sini,” ucapnya.

”Tapi kalau ganti ruginya hanya bangunan, kami tidak mau,” ucapnya. Sebab, dia punya bukti kepemilikan tanah. Ganti rugi bangunan tidak akan cukup baginya dan keluarga untuk membeli rumah baru sebagai tempat tinggal.

Koordinator warga Jalan Wonokromo Muhammad Baidowi berpendapat sama. Dia jengkel dengan sikap PDPS yang menyebut bahwa wilayah yang ditinggali warga saat ini merupakan aset perusahaan. ”Lak ngomong (PDPS, Red) ngawur ae,” ucapnya. Dia mengatakan, mayoritas warga di Wonokromo memiliki bukti kepemilikan. Memang ada yang masih stan, tapi tidak banyak. Ada yang statusnya eigendom, HGB, bahkan ada yang sudah terbit sertifikat.

Dia meminta pemkot turun tangan untuk mengatasi masalah warga. Khususnya mendengarkan pendapat warga terkait proses ganti rugi. Pemkot, kata Baidowi, jangan hanya mendengar versi PDPS.

”Saya harap Bu Wali juga mendengar. Kami siap diajak ketemu,” ujar lelaki 55 tahun tersebut. Dia menilai banyak kejanggalan soal klaim PDPS terkait dengan aset perusahaan di sekitar Jalan Wonokromo.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c6/ai



Close Ads