alexametrics

Warga Antre Bantuan Air Tangki, Sampai Berniat Nglurug Kantor PDAM

9 Oktober 2019, 19:17:30 WIB

JawaPos.com – Keluhan soal terhentinya aliran air PDAM kembali disuarakan. Kemarin (8/10) giliran pasokan air di area permukiman Lidah Wetan yang terganggu. Mereka harus antre menunggu bantuan air bersih dari PDAM Surya Sembada.

Pasokan air bermasalah sejak Sabtu (5/10). Warga pun harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air. Salah satunya membeli air isi ulang. Misalnya, yang dilakukan Edy Suryanto. Warga Lidah Wetan Gang VIII itu mengatakan, sebelum bantuan datang, tiap hari dirinya membutuhkan 8–10 galon. ’’Satu dua hari enggak masalah. Kalau tiap hari, ya repot,’’ katanya.

Saking gemasnya, dia ingin mengajak warga lain nglurug kantor PDAM jika bantuan tidak dikirim. Selain itu, sejumlah warga lain rela merogoh koceknya hingga Rp 250 ribu untuk membeli air dari pihak swasta. Namun, tidak semua warga mampu membeli air isi ulang atau mendatangkan air tangki dari pihak swasta. Edy pun segera mengontak PDAM untuk meminta bantuan.

’’Senin malam (7/10) datang bantuannya. Langsung antre. Tapi, tetap saja beberapa di antaranya enggak kebagian. Jadi, nunggu truk tangki datang lagi,’’ katanya. Pengiriman air tersebut dibuat beberapa sesi dalam sehari. Sebab, volume tangki hanya sekitar 5 ribu liter. Tidak cukup untuk memenuhi pasokan air seluruh warga.

Anis, warga lainnya, mengatakan bahwa pasokan air di rumahnya juga mampet. Namun, aliran air kadang tetap keluar meski kecil. Untungnya, PDAM sigap merespons keluhannya. ’’Iya, kalau malam seret. Sedangkan mulai Minggu (6/10) aliran air sama sekali tidak mengalir. Saya kira ada kebocoran,’’ paparnya. Sejatinya kondisi itu sudah lama terjadi. Ada atau tidak ada pengerjaan pipa air.

Hal itu juga diakui Edy. Diduga, kontur tanah kampungnya tinggi. Dia pun meminta PDAM meninjau ulang jalur pipa. Sebab, tinggi rendahnya kontur tanah disebut-sebut bisa memengaruhi laju air

Sudah Temukan Titik Kebocoran

PDAM Surya Sembada bergerak cepat dengan menindaklanjuti keluhan warga. Soal terganggunya aliran air di kawasan Lidah Wetan, petugas menemukan pipa yang jebol di persimpangan Raya Menganti. Selain itu, kasus mampetnya pasokan air di Sememi dan sekitarnya dipastikan tidak berkaitan dengan pipa di Jalan Kyai Amir, Manukan Kulon.

Hal tersebut dikonfirmasi Manajer Humas PDAM Surya Sembada Adi Nugroho kemarin. Dia mengungkapkan, petugas telah menemukan titik kebocoran pipa berdiameter 300 mm di sekitar traffic light (TL) sekitar Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan. Letaknya berada di dalam gorong-gorong sehingga tidak terlalu terlihat oleh petugas.

Nah, salah satu kawasan yang terkena imbasnya adalah Lidah Wetan. Meski begitu, perbaikan baru dilakukan kemarin malam karena menunggu volume lalu lintas landai.

’’Jangkauan pengerjaannya juga tidak sulit. Pengerjaan butuh waktu sekitar sehari,” katanya. Upaya yang bakal dilakukan petugas, antara lain, membongkar saluran. Namun, pihaknya belum mengetahui detail teknisnya.

Warga pun diminta bersabar hingga pengerjaan tuntas. Setelah perbaikan rampung, masih ada tahap normalisasi aliran air. Namun, proses tersebut disebutnya tidak akan berlangsung lama.

Selain itu, pihaknya akan membahas keluhan warga Lidah Wetan yang tinggal di kontur tanah tinggi. Warga menduga tekanan air menuju kawasan itu terganggu dengan kondisi tersebut sehingga pasokan air tidak lancar.

’’Mungkin nanti bisa dibuatkan semacam pipa koneksi. Tujuannya, supaya rata perbandingannya antara kontur tanah rendah dan tinggi,” katanya. Titik pengerjaan juga tidak jauh dari area Lidah. Detail pastinya belum ditentukan.

Selain itu, soal keluhan warga di area Sememi Raya dan sekitarnya, Adi memastikan bukan efek pengerjaan pipa bocor di Jalan Kyai Amir. Namun, itu disebabkan valve berdiameter sekitar 150 mm yang jebol di sekitar Sememi.

Hal tersebut bisa disebabkan berbagai hal. Selain usia material, tonase juga menentukan. ’’Ini sudah dikerjakan. Untuk meminimalkan kebocoran, diperkuat dengan lapisan besi penguat. Tapi, tetap butuh waktu untuk normalisasi air juga. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ucapnya.

Solusi semacam itu diharapkan bisa menuntaskan persoalan warga. Namun, lanjut Adi, saat ini fokusnya adalah pengerjaan perbaikan pipa.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dan/c15/c27/tia



Close Ads