alexametrics

Pembunuh Menantu di Gresik Jalani Observasi di RS Bhayangkara

Ditunjukkan Foto, Suwoto Terdiam
9 Oktober 2019, 20:59:20 WIB

JawaPos.com – Suwoto mulai kemarin (8/10) menjalani observasi di RS Bhayangkara Polda Jatim. Status tahanan warga Desa Madumulyorejo, Dukun, itu pun untuk sementara berganti. Yakni, dari Polres Gresik menjadi Polda Jatim. Proses observasi pelaku pembacokan Ernawati, menantunya, hingga meninggal dunia itu diperkirakan butuh waktu 2–3 hari.

Sekitar pukul 09.00 penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik bersama tersangka Suwoto dan kuasa hukumnya, Wellem Mintarja, tiba di RS Bhayangkara Polda Jatim di Jalan A. Yani Surabaya. Suwoto mengenakan baju tahanan oranye. Dalam perjalanan dari Gresik ke Surabaya, Wellem bercengkerama dengan Suwoto.

Menurut dia, Suwoto memang tidak bisa menceritakan kronologi kejadian pada Minggu (6/10) dengan runtut. ’’Klien banyak lupa atas kejadian-kejadian yang telah dilakukan terhadap korban,’’ ucapnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya kemarin.

Setiba di RS Bhayangkara, Wellem menunjukkan sejumlah foto pembacokan di rumahnya. Termasuk foto Kamsinga, istrinya; Syaiful Arif, anak kandungnya; dan Ernawati, menantunya. Bagaimana reaksi Suwoto setelah melihat foto-foto itu? ’’Klien cuma terdiam,’’ ungkap pengacara yang dalam perkara tersebut tidak dibayar itu.

Berdasar keterangan keluarga, Suwoto harus menjalani rawat jalan sejak umur 40 tahun hingga sekarang. Sebab, kesehatan jiwanya terganggu. Nah, resep obat didapat dari rumah sakit. Suwoto mendapatkan obat tersebut secara gratis. Namun, Wellem belum mengetahui apakah saat kejadian berdarah itu kondisi kliennya mengalami gangguan kejiwaan atau tidak. ’’Kami tetap menunggu hasil observasi kejiwaannya,’’ katanya.

Observasi kejiwaan tersebut memang harus dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan Suwoto. Hasil observasi kejiwaan RS Bhayangkara Polda Jatim bakal jadi salah satu rujukan atau pertimbangan penyidik untuk melanjutkan perkara. Apakah bisa diproses hingga meja hijau atau dihentikan. ’’Hasilnya baru bisa diketahui empat hari mendatang,’’ papar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Pada pasal 44 ayat (1) KUHP disebutkan bahwa tiada dapat dipidana barang siapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.

Sebagaimana diberitakan, Minggu siang (6/10) Suwoto menggegerkan warga Desa Madumulyorejo. Dia mengamuk. Dia menyabet Kamsinga dan Erna dengan menggunakan sabit. Menantunya meninggal, sedangkan istrinya menderita luka bacok di punggungnya. Perilaku tidak wajar tersebut terjadi karena Suwoto ditengarai mengalami gangguan jiwa.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yad/c15/hud



Close Ads